Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank swasta meyakini kredit konsumer mampu mencatatkan pertumbuhan di tengah pelemahan daya beli masyarakat.
Division Head Consumer Lending Permata Bank Haryanto mengungkapkan bahwa kredit konsumer Permata Bank diproyeksikan tumbuh sekitar 10% tahun ini, dengan kontribusi yang bervariasi di tiap segmen.
“Untuk konsumer kredit kami tetap optimistis. Jadi kami memproyeksikan pertumbuhan kurang lebih sekitar 10%. Tapi berbeda-beda ya, tergantung dari masing-masing segmen,” kata Haryanto kepada wartawan, dikutip Minggu (18/1/2026).
Dari sisi segmen, Permata Bank menilai segmen pengusaha atau usaha kecil dan menengah (UKM/SME) masih berpeluang tumbuh lebih baik pada tahun ini. Bank juga optimistis kinerja kartu kredit dan personal loan masih dapat meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.
Selain itu, Permata Bank memperkirakan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit kendaraan bermotor akan lebih kuat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
“Untuk KPR dan kredit kendaraan bermotor, kami juga lebih optimistis dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn meyakini BCA mampu mencapai target pertumbuhan kredit sepanjang 2025 dan kinerja berbagai sektor ekonomi di Indonesia terus berada pada tren positif pada 2026.
“Ditopang likuiditas yang memadai, BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit di berbagai segmen dan sektor, dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin,” jelas Hera kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (18/1/2026).
Hingga September 2025, BCA mencatatkan penyaluran kredit konsumer sebesar Rp223,6 triliun. Capaian itu tumbuh 3,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hera menyebut, pertumbuhan kredit konsumer tersebut didorong oleh meningkatnya KPR sebesar 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun.
Untuk mendorong permintaan kredit, ke depan, Hera mengungkapkan bahwa BCA akan terus menawarkan beragam promo menarik dengan pengenaan bunga yang terjangkau oleh masyarakat, sehingga keberlanjutan pembiayaan terjaga.
Dia menjelaskan, kebijakan ini juga dimaksudkan untuk turut serta menggerakkan roda perekonomian dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
“BCA akan terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko,” tutur Hera.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476114/original/032726800_1768713048-1000742504.jpg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F12%2F0a136bd50b5847866b834ff579357b38-KLIK_CROPPING_3A.jpg)


