HARIAN FAJAR, PANGKEP-Evakuasi serpihan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, terhambat kabut tebal dan medan ekstrem.
Hal itu disampaikan, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, ia mneyampaikan bahwa proses evakuasi serpihan pesawat yang ditemukan oleh tim SAR menghadapi tantangan akibat kondisi medan yang ekstrem serta cuaca berkabut tebal di lokasi kejadian.
Menurut Pangdam, medan menuju titik temuan sangat sulit dilalui. Selain kontur wilayah yang ekstrem, kabut tebal juga membatasi jarak pandang dan memperlambat pergerakan tim di lapangan. “Kondisi medan sangat ekstrem dan cuaca juga demikian. Lokasi kejadian cukup berkabut,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, tim SAR berhasil menemukan bagian-bagian utama pesawat. Temuan tersebut meliputi badan pesawat, bagian ekor, serta jendela pesawat. Seluruh titik temuan telah dicatat dan ditentukan koordinatnya.
Pangdam XIV/Hasanuddin menyebutkan, koordinat tersebut akan menjadi acuan bagi tim darat untuk melaksanakan proses evakuasi lanjutan. Namun, pelaksanaan evakuasi tetap akan menyesuaikan dengan perkembangan cuaca dan kondisi keselamatan personel di lapangan.
“Lokasi kejadian cukup berkabut,” pungkasnya.(fit)



