Gelombang Tinggi, Aktivitas Pelayaran di Sejumlah Daerah di Pantura Jawa Tengah Masih Lumpuh

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

GELOMBANG tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan dan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah Minggu (18/1), aktivitas pelayaran di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih lumpuh dan bendera hitam dikibarkan sebagai tanda waspada untuk nelayan.

Pemantauan Media Indonesia Minggu (18/1) ribuan kapal nelayan masih bersandar di pelabuhan perikanan dan muara sungai di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, ribuan memiluh berhenti melaut karena gelombang tinggi disertai hujan dan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah.

Bendera hitam juga masih berkibar di sejumlah sudut pantai sebagai tanda berbahaya bagi aktivitas pelayaran terutama perahu dan kapal nelayan berukuran kecil dan sedang, bagian Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di sejumlah daerah mengeluarkan peringatan agar menunda aktivitas melaut akibat gelombang tinggi tersebut.

Baca juga : Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Waspada Cuaca Ekstrem di Perairan Perairan Jawa Tengah Minggu 13 Juli

Tidak hanya ribuan kapal nelayan berhenti melaut, sejumlah aktivitas pelayaran seperti penyeberangan antar pulau Jepara-Karimunjawa maupunnkapal layar motor (KLM) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang - Kalimantan juga sudah sepekan lebih terhenti akibat gelombang tinggi disertai hujan badai tersebut.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto mengatakan gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini, sehingga diminta warga beraktivitas di laut untuk waspada karena sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran.m terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.

"Selain air laut pasang (rob), gelombang tinggi sebagai dampak adanya bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Tengah masih berlangsung," ujar Sediyanto.

Baca juga : 27 Daerah Jawa Tengah Waspada Cuaca Ekstrem, Gelombang Tinggi 2, 5 Meter di Perairan Jawa Tengah Selasa 13 Januari

Ketua HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo mengatakan puncak musim baratan tengah berlangsung dalam beberapa hari terakhir dan diperkirakan akan terus terjadi hingga Februari 2026, sehingga kondisi di perairan menjadi sangat berbahaya bagi aktivitas nelayan untuk menangkap ikan.

“Saat ini ombak di laut terlihat sangat besar, keselamatan nelayan adalah yang utama, maka kami meminta agar mereka tidak melaut sementara waktu,” kata  Teguh Tarmujo.

Menurut Teguh Tarmujo dngan ketinggian gelombang mencapai 1,25-2,5 meter bagian di bagian tengah dapat diatas 3 meter, sangat berisiko bagi nelayan saat melaut, apalagi gelombang disertai hujan badai yang dapat menerjang kapal dan perahu hibgga terbalik atau pecah."Bendera hitam dipasang sebagai tanda berbahaya di perairan," imbuhnya.

Sementara itu Perwira Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara Api Binowo, mengungkapkan berdasarkan pantauan lapangan, tinggi gelombang sudah melampaui ambang aman untuk pelayaran, sehingga menghindari terjadinya musibah di laut untuk sementara aktivitas penyeberangan dihentikan.

Ketinggian di atas 2 meter, kata Api Binowo, tidak cukup aman bagi penyeberangan Jepara-Karimunjawa, terutama pada kapal dengan ketinggian  lambung dibawah ketinggian gelombang tersebut. "Peringatan ini tidak hanya ditujukan bagi kapal penyeberangan,  tetapi juga bagi seluruh aktivitas pelayaran," tambahnya. (H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wayne Rooney Ragukan Xabi Alonso Jadi Pelatih Manchester United
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
5 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta masih Terendam Banjir, Minggu (18/1)
• 13 jam lalumerahputih.com
thumb
Kawasan Puncak Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendungan Katulampa Berstatus Siaga
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Banjir Genangi Jakarta Utara, Pemkot Optimalkan Mesin Pompa Penyedotan Air
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Warga Pangkep Penemu Korban Pesawat ATR di Lereng Gunung Bulusaraung: Posisinya Tengkurap di Jurang
• 7 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.