JAKARTA, KOMPAS.TV - Stroke kembali ditegaskan sebagai bencana kesehatan bagi manusia yang harus ditangani secepat mungkin. Penekanan itu disampaikan Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI) dalam rangka syukuran HUT ke-37, sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran pencegahan sejak dini.
Ketua Umum Yastroki, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono, SpN-FNRE, MARS, MH, menyebut stroke bukan penyakit biasa. Dampaknya luas, mulai dari kematian hingga kecacatan jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup dan kondisi ekonomi keluarga.
“Stroke itu bencana. Kalau bencana, harus segera ditangani. Ini krisis kesehatan masyarakat yang tidak boleh ditunda,” tegas Tugas di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Menurut Tugas , stroke dapat menyebabkan kecacatan fisik, mental, hingga sosial. Banyak penyintas kehilangan kemandirian dan kemampuan bekerja, termasuk mereka yang sebelumnya berada pada usia produktif.
“Dampaknya luar biasa. Bisa meninggal, bisa cacat, dan ini berdampak berat pada ekonomi keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir Kepung Jakarta Seharian: 39 RT dan 28 Ruas Jalan di Ibu Kota Masih Terendam Banjir
Beban pembiayaan stroke juga terus meningkat. Pada 2024, BPJS Kesehatan mencatat pengeluaran sekitar Rp5,8 triliun per tahun untuk stroke, melonjak signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1–3 triliun.
Yastroki menekankan bahwa stroke bisa dicegah, bisa diobati, dan bisa dikendalikan. Namun, pencegahan menjadi langkah paling utama yang harus dilakukan masyarakat.
Pencegahan dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari pencegahan primordial agar faktor risiko tidak muncul, pencegahan primer bagi mereka yang sudah memiliki faktor risiko, hingga pencegahan sekunder untuk mencegah stroke berulang.
Faktor risiko utama stroke antara lain hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, konsumsi alkohol, serta kurang aktivitas fisik.
“Yang paling penting adalah kesadaran. Semua orang harus sadar bahwa stroke itu bisa dicegah,” kata Tugas Ratmono.
CERDIK, Strategi Sederhana Cegah Stroke
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- stroke
- yastroki
- pencegahan stroke
- kesehatan masyarakat
- gaya hidup sehat
- bpjs kesehatan





