Penulis: Thomy Mirulewan
TVRINews - Nusa Tenggara Timur
Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tetap waspada menyusul terpantau bibit siklon tropis 97S di Laut Timor bagian selatan. Meski saat ini lokasinya relatif jauh dari daratan NTT, potensi pengaruh terhadap cuaca tetap ada, terutama dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi Australia (BOM) memperkirakan bibit siklon ini memiliki peluang sekitar 60 persen untuk berkembang menjadi siklon tropis pada pertengahan minggu depan, yakni Rabu-Kamis (21-22 Januari 2026). Diprediksi, sistem ini akan bergerak ke arah barat, melewati selatan Pulau Rote, dan menuju Australia Barat.
Kepala Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi NTT (FPRB NTT) menekankan, bibit siklon 97S berbeda dengan Siklon Seroja yang melanda NTT pada 2021.
“Seroja dulu tumbuh sangat dekat daratan NTT sehingga dampaknya sangat besar. Bibit siklon 97S saat ini lokasinya jauh dan diprediksi menjauhi NTT, sehingga dampaknya bersifat tidak langsung,” ujar FPRB NTT melalui keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).
Meski demikian, kombinasi palung muson dan bibit siklon ini berpotensi memicu cuaca ekstrem di NTT. BMKG memperingatkan masyarakat agar mewaspadai kondisi berikut dalam beberapa hari ke depan:
- Hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang
- Risiko banjir dan tanah longsor di wilayah rawan
- Gelombang tinggi di perairan selatan NTT
FPRB NTT menegaskan, masyarakat tetap tidak perlu panik, namun selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Update perkembangan siklon tropis 97S akan disampaikan secara rutin untuk memastikan keselamatan warga.
Editor: Redaksi TVRINews




