JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah motor mengalami mogok usai pengemudinya nekat menerobos banjir setinggi 30 sampai 60 cm di Jalan Boulevard Timur, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (18/1/2026).
Salah satunya dialami Ahmad Priyatno (23). Sepeda motor yang dikendarainya mogok setelah melintasi genangan air tersebut.
“Saya habis dari bundaran Mall Kelapa Gading. Pas di pertengahan masih aman, tapi pas sampai ujung makin lama kok makin dalam, jadi saya dorong. Sekarang sudah enggak bisa jalan motornya,” ujar Priyatno saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.
Baca juga: Banjir di Rawa Terate Capai 1,5 Meter, Terparah dalam 5 Tahun Terakhir
Ia mengaku nekat menerobos banjir karena jalur tersebut merupakan akses terdekat menuju rumahnya. Meski sudah tahu banjir, ia tidak menyangka genangan kali ini cukup parah.
“Saya tahu kalau di sini sering banjir. Cuma biasanya enggak separah ini,” katanya.
Priyatno yang mengendarai sepeda motor jenis Honda PCX sempat merasa aman karena posisi knalpot motornya relatif tinggi.
Namun, genangan air yang cukup dalam membuat mesin motornya mati mendadak. Ia bahkan harus mencoba menghidupkan kembali motornya secara manual dengan menurunkan standar dua.
“Saya mau menepi dulu. Ini lagi dicoba dulu siapa tahu bisa nyala,” ucapnya.
Nasib serupa dialami pengendara motor lainnya, Amelia (25). Ia terpaksa menerobos banjir agar tetap bisa sampai ke kantor tempatnya bekerja.
Baca juga: Pilih Matikan Aplikasi Saat Banjir, Pengemudi Ojol: Argo Tak Seberapa, Motor Bisa Rusak
Namun, tingginya genangan air membuat Amelia harus mematikan mesin motornya.
“Terpaksa dimatiin dulu mesinnya. Soalnya kalau dipaksa hidup, pasti brebet (tersendat). Ini karena nanggung aja mau ke kantor makanya nerobos,” ujar Amelia.
Menurut Amelia, banjir di Kelapa Gading bukanlah kejadian baru. Bahkan, hujan deras dalam waktu singkat kerap membuat sejumlah ruas jalan tergenang cukup tinggi.
“Di sini mah emang sudah langganan banjir. Apalagi kalau hujannya enggak berhenti-berhenti. Belum lagi lama surutnya,” tuturnya.
Pantauan Kompas.com di lokasi, hingga pukul 12.00 WIB ketinggian air di Jalan Boulevard Timur justru terus meningkat.
Kondisi tersebut membuat semakin banyak pengendara motor mengalami mati mesin saat berupaya menerobos genangan.
Sejumlah pengendara tampak terpaksa menepi dan mendorong kendaraannya ke tempat yang lebih aman, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



