FAJAR, JAKARTA — Persija Jakarta tak ingin sekadar menjadi penggembira dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Macan Kemayoran menunjukkan keseriusan penuh untuk merebut mahkota juara dari tangan Persib Bandung dengan bergerak agresif di bursa transfer paruh musim.
Langkah pertama sudah diambil. Persija resmi mendatangkan Fajar Fathurrahman, mantan bek kanan Borneo FC Samarinda, guna menambah kedalaman dan stabilitas lini pertahanan. Namun, Fajar dipastikan bukan satu-satunya amunisi baru yang disiapkan manajemen.
Teranyar, Persija juga telah mengamankan jasa Allaeddine Ajaraie, penyerang berkebangsaan Maroko yang berstatus bintang India Super League. Kehadiran Ajaraie menjadi sinyal kuat bahwa Persija serius menaikkan level daya gedor tim.
Bersama NorthEast United FC, Ajaraie tampil luar biasa. Pada musim 2024/2025, ia keluar sebagai top skor liga dengan koleksi 23 gol dan 7 assist, sekaligus menyabet penghargaan pemain terbaik. Tren positif itu berlanjut pada musim 2025/2026.
Dalam sembilan pertandingan di Durand Cup dan Super Cup, Ajaraie kembali tajam dengan torehan 10 gol dan 5 assist.
“Saat ini, Persija adalah rumah saya. Saya akan berjuang sepenuh hati untuk Persija, bekerja keras agar bisa beradaptasi secepat mungkin, dan memberi kontribusi nyata. Insya Allah, kami akan menciptakan kemenangan demi kemenangan hingga menutup musim ini sebagai juara,” ujar penyerang berusia 33 tahun itu.
Ivar Jenner Jadi Target Berikutnya
Aktivitas Persija belum berhenti. Satu nama besar lain disebut segera menyusul: Ivar Jenner. Gelandang timnas Indonesia itu dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Macan Kemayoran.
Sumber Jawa Pos, sebagaimana dikutip FAJAR, menyebut Persija kini hanya menunggu kedatangan sang pemain.
“Persija sedang menunggu kedatangan Ivar Jenner,” ujar sumber tersebut.
Kehadiran Ivar dianggap krusial. Sepanjang putaran pertama, Persija dinilai terlalu bergantung pada duet Van Basty Souza dan Fabio Calonego di lini tengah. Minimnya rotasi membuat kreativitas dan intensitas permainan kerap menurun di fase-fase krusial laga.
Jika transfer ini terealisasi, pelatih Mauricio Souza akan memiliki lebih banyak opsi taktikal. Ivar bukan hanya memberi kedalaman, tetapi juga menawarkan energi, visi bermain, dan agresivitas yang dibutuhkan Persija untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Dengan rangkaian manuver ini, Persija mengirim pesan jelas ke rival-rivalnya—terutama Persib Bandung. Musim ini, Macan Kemayoran tidak hanya membidik papan atas, tetapi secara terang-terangan mengincar gelar juara Super League.



