FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Mantan sekertaris BUMN, Said Didu merespon soal temuan dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
Adapun temuan dari Menkeu Purbaya ini persoalan masalah perpajakan perusahaan China di Indonesia.
Dalam temuannya, Purbaya menyebut setidaknya ada sejumlah perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia.
Namun, ada beberapa yang diketahui terlibat dalam masalah perpajakan perusahaan.
Hal inilah yang direspon keras oleh Said Didu melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya.
Ia menyebut beberapa diantaranya yang tersandung masalah ini ada di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Selain IMIP, ada juga menurut Said Didu di Indonesia Weda Bay Industrial ParkIndonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
“Di IMIP dan IWIP pasti lebih banyak,” tulis Said Didu dikutip Minggu (18/1/2026).
Diketahui, Menkeu Purbaya menyebut setidaknya ada 40 perusahaan tidak memenuhi kewajiban pajak, khususnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Adapun 40 perusahaan yang terindikasi melakukan pengemplangan pajak berasal dari China, bukan campuran dengan negara lain.
“Itu dari China semua. Bukan campur-campur,” ujar Purbaya
Dimana, dalam temuannya ia menyebut ada dua perusahaan besar akan segera dilakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam waktu dekat untuk memastikan pelanggaran yang terjadi.
“Yang baja itu, yang terdeteksi ada 40 perusahaan, dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat,” paparnya. (Erfyansyah/fajar)



