Kota Malang, Jatim (ANTARA) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mencanangkan target 10 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik kelas pada tahun 2026.
"Jumlah UMKM di Kota Malang ini 40 ribu dan pada 2026 kami mengupayakan supaya 10 persen atau sebanyak empat ribu UMKM naik kelas," kata Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.
Eko menjelaskan strategi percepatan pemenuhan target UMKM naik kelas tidak jauh berbeda dengan yang sudah dijalankan pada tahun sebelumnya tetapi dilakukan penguatan, seperti langkah pendampingan.
Ia melanjutkan pada 2026 langkah pendampingan oleh tim pendamping cakupannya diperluas hingga menyentuh 50 sampai 100 UMKM.
Selain itu, tim pendamping juga diminta lebih detail dalam memberikan materi pelatihan, seperti mengenai pengemasan produk dan pemasaran.
Penguatan ini dilakukan karena pada 2025 jumlah UMKM yang naik kelas tidak memenuhi target.
UMKM dikatakan naik kelas ketika tercatat mengalami peningkatan, seperti dari segi omzet tahunan, kelengkapan legalitas usaha, serta kualitas produk.
"Target pada 2026 ini sama dengan 2025 sebetulnya. Nah, tahun lalu terdapat 100-an UMKM (naik kelas)," ujarnya.
Penguatan langkah pendampingan juga ditujukan agar semakin produk milik pelaku UMKM dari Kota Malang bisa menembus pasar ekspor, terutama ke tiga negara, yakni Uni Emirat Arab, Malaysia dan Selandia Baru.
Hingga 2025 total sudah ada 95 UMKM yang produknya mampu menembus pasar global dan mayoritas komoditas adalah keripik dari hasil olahan tempe.
Apabila diakumulasikan dengan produk lainnya, seperti kriya maka nilai ekspor produk UMKM asal Kota Malang sekitar Rp100 miliar.
"Pada 2026 (produk UMKM) yang ekspor bisa meningkat 50 persen. Klinik ekspor dimaksimalkan karena pasarnya sudah terbuka dan kami memiliki kerja sama dengan luar negeri," tuturnya.
Baca juga: Pemkot Malang bidik 3,4 juta kunjungan wisatawan pada 2026
Baca juga: DPRD Kota Malang dukung penyediaan feeder dukung Bus TransJatim
Baca juga: Pemkot Malang buka opsi sediakan "feeder" tunjang layanan TransJatim
"Jumlah UMKM di Kota Malang ini 40 ribu dan pada 2026 kami mengupayakan supaya 10 persen atau sebanyak empat ribu UMKM naik kelas," kata Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.
Eko menjelaskan strategi percepatan pemenuhan target UMKM naik kelas tidak jauh berbeda dengan yang sudah dijalankan pada tahun sebelumnya tetapi dilakukan penguatan, seperti langkah pendampingan.
Ia melanjutkan pada 2026 langkah pendampingan oleh tim pendamping cakupannya diperluas hingga menyentuh 50 sampai 100 UMKM.
Selain itu, tim pendamping juga diminta lebih detail dalam memberikan materi pelatihan, seperti mengenai pengemasan produk dan pemasaran.
Penguatan ini dilakukan karena pada 2025 jumlah UMKM yang naik kelas tidak memenuhi target.
UMKM dikatakan naik kelas ketika tercatat mengalami peningkatan, seperti dari segi omzet tahunan, kelengkapan legalitas usaha, serta kualitas produk.
"Target pada 2026 ini sama dengan 2025 sebetulnya. Nah, tahun lalu terdapat 100-an UMKM (naik kelas)," ujarnya.
Penguatan langkah pendampingan juga ditujukan agar semakin produk milik pelaku UMKM dari Kota Malang bisa menembus pasar ekspor, terutama ke tiga negara, yakni Uni Emirat Arab, Malaysia dan Selandia Baru.
Hingga 2025 total sudah ada 95 UMKM yang produknya mampu menembus pasar global dan mayoritas komoditas adalah keripik dari hasil olahan tempe.
Apabila diakumulasikan dengan produk lainnya, seperti kriya maka nilai ekspor produk UMKM asal Kota Malang sekitar Rp100 miliar.
"Pada 2026 (produk UMKM) yang ekspor bisa meningkat 50 persen. Klinik ekspor dimaksimalkan karena pasarnya sudah terbuka dan kami memiliki kerja sama dengan luar negeri," tuturnya.
Baca juga: Pemkot Malang bidik 3,4 juta kunjungan wisatawan pada 2026
Baca juga: DPRD Kota Malang dukung penyediaan feeder dukung Bus TransJatim
Baca juga: Pemkot Malang buka opsi sediakan "feeder" tunjang layanan TransJatim


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5323149/original/065174100_1755763451-ramadhan.jpg)

