JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah warga di RW 05, Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, memilih bertahan di rumah masing-masing meski banjir merendam permukiman mereka dengan ketinggian hampir dua meter, Minggu (18/1/2026).
“Saat ini sejumlah warga masih bertahan di lantai dua rumah mereka. Walaupun ketinggian banjir cukup tinggi, mereka lebih stay di rumah masing-masing,” kata Perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan RW 05 Rawa Terate, Teguh Prastowo, saat ditemui Kompas.com di Rawa Terate, Minggu.
Teguh mengatakan, banjir kali ini merupakan banjir lima tahunan yang berdampak pada seluruh wilayah RW 05.
Baca juga: Terseret Arus Banjir, Lansia di Aren Jaya Bekasi Meninggal Dunia
“Kalau untuk banjir, ini lima tahunan dan rutin. Di sini ada 10 RT, yang terdampak. Tapi yang parah itu ada sekitar lima RT. Dan yang paling parah ketinggiannya hampir dua meter, di RT 10,” ujar Teguh.
Berdasarkan pantauan Kompas.com sekitar pukul 13.45 WIB, berbagai bantuan mulai berdatangan ke wilayah Jalan Krama Yudha.
Teguh menyebutkan, bantuan berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI), Polsek setempat, serta Brimob yang juga berencana membuka dapur umum.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial untuk penyaluran makanan siap saji.
Ia menambahkan, hingga siang hari bantuan yang telah diterima dan didistribusikan kepada warga mencapai 1.300 paket.
Baca juga: 2 Pria yang Masturbasi di Bus Transjakarta Kenalan dan Komunikasi lewat Medsos
“Sampai saat ini yang baru tadi roti ya. Jumlahnya satu RW, 1.300, sudah kita distribusi dengan melihat kondisi mana yang terdampak paling banyak. Dari Polsek juga sudah bagi sembako, ada mi, ada beras,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihak RW sebenarnya telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian jika kondisi memburuk, di antaranya Masjid Al-Istiqomah di RT 02 dan Balai Warga di RT 08.
“Biasanya kalau parah itu banyak yang ngungsi di Masjid Al-Istiqomah. Di RT 08 juga ada Balai Warga. Ada tiga titik pengungsian yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Terkait penyebab banjir, Teguh menjelaskan tingginya curah hujan yang merata membuat sungai dan saluran air meluap meski wilayah tersebut telah dilengkapi dengan pompa air.
“Sebetulnya di sini ada empat pompa yang siap nyedot. Tapi karena curah hujan merata, sungainya padat semua, airnya jadi meluap. Posisi Cakung Drain juga lebih tinggi, jadi kalau pintu air dibuka air bisa balik masuk ke RW 05,” jelas Teguh.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3010346/original/016070500_1577860835-20200101-Banjir-Kawasan-Grogol-6.jpg)



