Pabrik Ban Sailun di Demak Resmi Beroperasi, Investasi Capai Rp 3,9 Triliun

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Sailun Manufacturing Indonesia resmi mengawali produksi lokal ban merek Sailun di Tanah Air sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Vice President of Manufacturing Center Sailun Group, Gao Liting mengatakan, besaran investasi yang dituang ke pabrik Indonesia menyentuh USD 251 juta atau setara Rp 3,9 triliun.

”Ini merupakan proyek strategis dengan total investasi sebesar USD 251 juta, yang telah resmi beroperasi pada Mei 2025 lalu,” buka Gao di Semarang, Sabtu (17/1/2026).

Fasilitas produksi yang berlokasi di Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS), Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini membuat berbagai jenis ban. Mulai dari passenger car radial (PCR), truck & bus radial (TBR), offroad tire radial (OTR), ban dalam, dan flap.

Saat ini, kapasitas produksi yang tersedia mencapai 3 juta unit ban mobil penumpang, 600 ribu ban truk dan bus, serta 37 ribu ton ban offroad. Lokalisasi ragam jenis ban ini bertujuan untuk memberikan portofolio produk yang lengkap di pasar domestik.

“Kapasitas tahunan dirancang untuk memproduksi 3 juta ban mobil penumpang, 600 ribu ban truk dan bus, serta 37 ribu ton ban offroad, guna memenuhi kebutuhan mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga alat berat,” jelasnya.

Adapun sejumlah alasan dipilihnya Indonesia menjadi lahan kegiatan produksi. Salah satunya, perusahaan melihat potensi pasar yang sangat tinggi. Sehingga, pabrik ini mampu membuat Sailun lebih dekat ke konsumen Tanah Air.

“Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dengan ekosistem industri yang berkembang pesat. Kehadiran pabrik lokal memungkinkan respons pasar yang jauh lebih cepat,” ungkap Gao.

Lebih dari itu, kehadiran pabrik di Indonesia mendukung pembentukan klaster manufaktur Asia Tenggara, setelah meresmikan pabrik di Vietnam dan Kamboja. Sehingga, kemampuan pengiriman regional meningkat, ketahanan rantai pasok, dan menjaga daya saing global.

Aspek ketersediaan material pun menjadi konsiderasi Sailun dalam mendirikan pabrik di Indonesia. Utamanya baja yang digunakan sebagai struktur utama ban radial.

Bukan sekadar produksi

Fasilitas Sailun di Tanah Air bukan sekadar pusat pembuatan produk ban yang sudah ada untuk dijual secara massal, melainkan turut tersedia tim research & development (R&D) guna mempelajari kebutuhan konsumen nasional.

“Tim R&D kami secara khusus menyesuaikan kompon karet dan desain tapak ban dengan iklim panas dan lembab di Indonesia, sehingga meningkatkan daya cengkeram di jalan basah dan ketahanan pada suhu tinggi,” urainya.

Tak hanya tentang struktur ban, riset yang dilakukan juga ditujukan supaya ban Sailun di Indonesia bisa sesuai dengan karakteristik konsumen. Meliputi ban yang nyaman dan bisa diandalkan.

“Untuk pasar Indonesia, kami menghadirkan lini produk yang tersegmentasi dengan jelas, mulai dari ban untuk kenyamanan dan efisiensi di perkotaan, ban all-terrain untuk kondisi jalan yang kompleks, hingga ban heavy-duty untuk lingkungan kerja yang ekstrem,” tandas Gao.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Parkir Motor Kini Lebih Nyaman, KAI Services Tata Ulang Area Parkir Semarang Tawang
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Jonatan Christie Kaget Bisa Lolos ke Final India Open 2026
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Satu Jasad Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cuaca di Lokasi Dugaan Jatuh Pesawat ATR 42-500 Didominasi Hujan, Maros–Pangkep Diselimuti Mendung
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Terungkap, Dugaan Penyebab Utama Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros, Petinggi IAT Beberkan soal Mesin
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.