LAHAN sawah yang tersebar di beberapa kampung di Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diserang organisme pengganggu tanaman (OPT). Akibatnya, para petani mengalami gagal panen.
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan. Serangannya diawali saat tanaman padi berusia 45 hari tanam.
Serangan penyakit membuat tanaman padi tak tumbuh dengan sempurna. Upaya penanganan dilakukan para petani.
Baca juga : Dinas TPHPKP Cianjur Waspadai Potensi Meluasnya Serangan OPT
Penanganan cukup membuahkah hasil. Tanaman padi kembali tumbuh. Namun, saat usia tanaman memasuki 75 hari, kali ini diserang koloni burung pipit.
Teten, 50, petani penggarap di Kampung Pasirangin, mengaku mengolah lahan sawah garapan seluas 1 hektare. Biasanya, setiap panen ia mendapatkan 7-8 ton gabah kering panen.
"Yang sekarang kena penyakit atau hama. Setelah itu, padi yang sudah siap panen juga diserang burung pipit," katanya, Minggu (18/1).
Baca juga : 1.063 Hektare Sawah Di Cianjur Terserang OPT
Akibat kondisi itu, produksi gabah kering panen yang dikelolanya di lahan sawah garapan dipastikan gagal. Dia hanya bisa pasrah dengan kondisi itu.
"Padahal sudah saya tangkal dengan mengusir burung-burung itu maupun hama lainnya dengan pestisida. Tapi tanaman padi tak ada yang bisa diselamatkan," ucapnya.
Teten menyebut, tak hanya lahan sawah garapannya yang diserang hama serta koloni burung pipit. Di beberapa kampung lain kondisinya sama.
"Malahan ada padi yang ditutup menggunakan jaring. Tapi hanya sedikit yang bisa dipanen. Tidak maksimal," pungkasnya.
Kepala Desa Nanggalamekar, Hilman, tak memungkiri di wilayahnya terjadi serangan hama dan burung terhadap ratusan hektare lahan sawah. Lokasinya dilaporkan tersebar di beberapa kampung.
"Bisa jadi kondisi ini akibat pola tanam yang tidak serempak. Ini mengakibatkan siklus hama jadi terus menerus ada," paparnya.
Dia meminta petani bersabar menghadapi kondisi ini. Dia juga meminta pemerintah daerah, terutama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur bisa turun tangan mencari solusinya.
"Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah daerah," pungkasnya.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F17%2F767e11ea5da21276d748cb4592498fc2-431b16ee_eb31_49ed_a695_29aee02dc8d5.jpeg)


