JAKARTA, KOMPAS – Di awal 2026, Presiden Prabowo Subianto kembali mengadakan kunjungan luar negeri. Pada pekan ketiga Januari, Presiden berkunjung ke Inggris dan Swiss. Di Inggris, Presiden diagendakan untuk bertemu Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer. Sementara di Swiss, Prabowo akan menghadiri Forum Ekonomi Dunia yang dihadiri lebih dari 60 kepala negara.
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju London, Inggris, dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (18/1/2026) siang. Di Lanud Halim, sejumlah pejabat mengantarkan Presiden. Mereka antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan istrinya, Selvi Ananda; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi; Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Selain itu, ada pula Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Baik Presiden maupun para pejabat yang mengantarkannya mengenakan setelan jas atau kebaya. Sebelum menuju Lanud Halim, seluruhnya menghadiri pernikahan Sekretaris Pribadi Presiden, Agung Surahman dengan Aulia Mahardina Warsitoarti di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Adapun Presiden Prabowo hadir menjadi saksi pernikahan bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Sebelum terbang ke London, Presiden juga sempat berbincang secara khusus dengan Sufmi Dasco Ahmad. Presiden menerima laporan mengenai perkembangan informasi aktual dari Dasco yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra itu.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis menjelaskan, lawatan luar negeri Presiden bakal dimulai dengan kunjungan ke London, Inggris. Di sana, Presiden diagendakan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam pertemuan itu, keduanya akan membahas kesepakatan kerja sama strategis, antara lain di bidang ekonomi dan maritim.
“Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya,” kata Teddy.
Ihwal konservasi gajah dan kerja sama dengan Raja Charles III pernah disampaikan oleh Presiden. Saat berpidato di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI), 21 Juli 2025, ia bercerita soal kesukaannya pada gajah dan rencana membangun konservasi gajah di lahan seluas 20.000 hektar di Takengon, Aceh. Upaya kerja sama untuk konservasi gajah dijalin dengan WWF, organisasi non-pemerintah internasional yang bergerak di bidang konservasi alam, yang dibina oleh Raja Charles III.
Terkait dengan rencana itu, Prabowo menyatakan pernah menerima surat dari Raja Charles III yang mengapresiasi langkahnya. Korespondensi dengan Raja Charles III itu pun mendorong Presiden untuk menambah luas lahan yang akan disumbangkan untuk dijadikan konservasi gajah. Adapun Prabowo menguasai konsesi lahan di Takengon seluas 98.000 hektar.
“Karena surat dengan Raja Charles III ini, saya ambil keputusan sekarang saya serahkan 90.000 hektar untuk kawasan perlindungan (gajah),” kata Prabowo.
Presiden juga pernah bertemu dengan Raja Charles III di Istana Buckingham, London, saat berkunjung ke Inggris, akhir November 2024. Momen pertemuan itu diunggah di media sosial X oleh akun keluarga Kerajaan Inggris @RoyalFamily.
Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya.
Setelah berkunjung ke Inggris, Presiden akan melanjutkan perjalanan menuju Davos, Swiss. Di sana, Presiden akan mengikuti Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang akan dihadiri oleh 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 peserta.
“Di Davos, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum,” kata Teddy.
Tak hanya itu, Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan-perusahaan terkemuka internasional.
Sebelumnya, dalam jumpa pers kesiapan Indonesia mengikuti WEF, 9 Januari 2026, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Nurul Ichwan, mengatakan, kehadiran Indonesia di ajang tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik untuk meningkatkan penanaman modal asing. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan partisipasi itu bisa membantu Indonesia dalam mencapai target investasi sebesar Rp 2.175 triliun tahun ini.
“Tahun ini kami diberi target Rp 2.100-an triliun untuk realisasi investasi. Dan itu dimulai dengan kegiatan di Davos ini,” ujar Nurul.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2019%2F09%2F16%2F4e0790cc-e1a7-4f92-9221-2815fa01dbe7.jpg)
