FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Bursa transfer paruh musim 2025/2026 memang secara resmi sudah dibuka.
Jendela transfer pemain paru musim sudah dibuka sejak 10 Januari lalu dan akan berakhir pada 6 Februari 2026.
Bisa dipastikan 18 tim yang berlaga di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia bergerak untuk mengincar pemain yang mereka inginkan.
Hanya saja, selama kurang lebih delapan jendelq tranfer dibuka masih ada beberapa klub yang belum mengumumkan satu pemain pun yang bergabung.
Tercatat masih ada setidaknya lima klub Super League yang belum memperkenalkan pemain baru.
Kelima klub yang dimaksud terdiri dari tim-tim yang berada di papan atas bahkan juara paruh musim Persib Bandung dan Malut United.
Kemudian dari tim papan tengah ada nama tim seperti PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar.
Bahkan, satu tim yang berada di zona merah bahkan membutuhkan tambahan kekuatan seperti PSBS Biak juga belum bergerak aktif.
Pertanyaan kemudian muncul, apa yang menjadi alasan klub-klub ini belum memperkenalkan pemain baru.
Tidak seperti beberapa yakni Persebaya Surabaya, Persijap Jepara hingga Semen Padang yang sudah mengamankan beberapa jasa pemain untuk putaran kedua.
Tim Papan Atas
Untuk Persib Bandung, mereka seperti tinggal menunggu waktu yang pas untuk mengumumkan pemain baru.
Beberapa nama sudah dikaitkan dengan tim berjuluk Maung Bandung ini, tak terkecuali dengan para pemain diaspora.
Maarten Paes, hingga Joey Pelupessy yang masih sebatas rumor sampai saat ini.
Sementara untuk Malut United juga hampir sama dengan Persib yang belum bergerak aktif.
Meski tim Malut United saat ini terbilang sudah sangat solid, namun tambahan kekuatan masih tetap dibutuhkan.
Karena sejauh ini, mereka melepas beberapa pemain dengan status pinjaman seperti Chechu Meneses, Vico Duarte, dan Ahmad Wadil.
Dan PSIM Yogyakrta menghadapi bursa transfer Paruh musim ini dengan sebuah masalah.
Pelatih Jean Paul van Gastel mengakui keterbatasan anggaran setelah belanja besar di awal musim menjadi kendala utama.
Dua Tim Terkena Banned FIFA
Di sisi lain, dua tim PSM Makassar dan PSBS Biak justru harus menghadapi masalah yang lebih berat.
Kemungkinan kedua tim ini belum bergerak aktif di bursa transfer karena adanya sanksi yang didapatkan dari otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA.
Baik PSM Makassar maupun Malut United sama-sama terkena banned transfer dari FIFA.
Untuk PSM mereka tinggal menyelesaikan satu kasus lagi. Sementara tugas berat untuk PSBS karena mereka menghadapi tiga kasus sekaligus.
(Erfyansyah/fajar)




