FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Resmi ditunjuk sebagai Pelatih Timas Indonesia, Johm Herdman kini mulai memasang target yang akan dicapai Squad Garuda di kompetisi internasional.
Salah satunya adalah Piala AFF 2026. John Herdman menargetkan Timnas Indonesia bisa melangkah jauh pada kejuaraan tersebut. Target tinggi yang dipasang pelatih Timnas Indonesia itu tentu saja memiliki alasan tersendiri.
Pelatih asal Kanada itu secara tegas menyatakan ambisinya membawa Indonesia meraih trofi pertamanya di turnamen level Asia Tenggara tersebut.
Pelatih asal Kanada itu tahu Indonesia belum pernah menjuarai Piala AFF. Herdman menilai fakta tersebut justru menjadi peluang besar. Menurutnya, situasi itu menghadirkan ruang untuk menciptakan sejarah baru bersama tim dan para pendukung.
“Melakukannya untuk pertama kali dan membuat sejarah bersama para penggemar dan para pemain. Itulah pola pikir yang ingin saya bawa ke turnamen ini,” ujar Herdman.
Ia juga menilai komposisi grup yang ditempati Indonesia membuka peluang realistis untuk melangkah jauh. Namun demikian, Herdman mengingatkan bahwa Piala AFF 2026 akan memiliki tantangan berbeda. Turnamen tersebut digelar di luar kalender FIFA Matchday. Sehingga, banyak tim tidak bisa menurunkan pemain-pemain yang berkarier di Eropa.
“Tidak ada FIFA window, jadi pemain dari Serie A atau Bundesliga mungkin tidak tersedia. Level permainan akan lebih setara,” ucapnya.
Dalam kondisi tersebut, Herdman menilai faktor mental dan kemauan membela negara akan menjadi pembeda. “Tim yang sukses adalah tim yang paling ingin mewakili negaranya dan mengambil kesempatan untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi,” terangnya.
Pada fase grup, Indonesia akan menghadapi lawan berat. Termasuk juara bertahan Vietnam. Bagi Herdman, duel melawan Vietnam akan menjadi ujian yang dinantikan. “Luar biasa. Kita harus diuji,” katanya.
Herdman menilai kiprah Indonesia yang mampu menembus ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 membuat skuad lebih matang. Karena itu, dia percaya diri Indonesia bisa menandingi permainan Vietnam.
“Kami datang sebagai tim yang tidak diunggulkan saat melawan juara bertahan. Namun, saya pikir pemain dan penggemar akan menikmati situasi itu,” tegas mantan pelatih Toronto FC tersebut. (fajar)




