Perbankan AS Hadapi Ujian Usai Trump Serukan Batas Bunga Kartu Kredit 10 Persen

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kondisi ini membuat industri keuangan kewalahan menentukan langkah selanjutnya.

Perbankan Hadapi Ujian Usai Trump Serukan Batas Bunga Kartu Kredit 10 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank-bank Amerika Serikat (AS) menghadapi ujian politik yang rumit dalam menyikapi seruan Presiden Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit. Kondisi ini membuat industri keuangan kewalahan menentukan langkah selanjutnya.

Trump pada 10 Januari, menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal di level 10 persen selama satu tahun. Seruan tersebut diharapkan berlaku mulai 20 Januari mendatang. 

Baca Juga:
Trump Resmi Bentuk Dewan Perdamaian Gaza untuk Awasi Fase Dua Gencatan Senjata

Pernyataan tersebut langsung menekan harga saham dan mendorong bank-bank, menunjukkan bahwa kebijakan itu dapat merugikan.

Di sisi lain, Gedung Putih belum memberikan rincian mengenai bagaimana rencana tersebut akan diterapkan atau bagaimana mekanisme penegakannya.

Baca Juga:
Trump Ancam Tarif kepada Negara-Negara yang Menolak Rencana AS Kuasai Greenland

Menurut para pakar regulasi dan analis, langkah drastis itu kemungkinan tidak dapat diberlakukan melalui kewenangan eksekutif atau regulator keuangan. Langkah ini, harus membutuhkan undang-undang dari Kongres, di mana upaya serupa sebelumnya selalu gagal.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sebelumnya melempar gagasan tentang Trump cards, yakni kartu yang ditawarkan secara sukarela oleh bank, alih-alih harus dipaksakan melalui undang-undang baru. Dia menyampaikan ide tersebut pada Jumat dalam program Mornings with Maria di Fox Business Network.

Baca Juga:
Trump Dukung Venezuela Tetap Gabung OPEC

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintahan Trump tengah mengeksplorasi semua instrumen yang memungkinkan untuk mengatasi krisis keterjangkauan biaya hidup, yang menurut mereka disebabkan oleh pemerintahan Biden.

Tidak adanya panduan yang jelas menempatkan bank-bank pada posisi dilematis.

"Sementara itu, bank-bank masih kebingungan mengenai apa yang akan terjadi menjelang tenggat aturan tersebut, mengingat hingga Jumat belum ada kewajiban hukum atau regulasi untuk mematuhi pembatasan tersebut," ujar sumber anonim dilansir Reuters, Minggu (18/1/2026).

Sumber tersebut dan seorang pelaku industri kartu kredit mengatakan, telah berdiskusi dengan pemerintahan untuk memperoleh kejelasan. Meski masih ada kebingungan soal bagaimana pembatasan akan diterapkan, para pemberi pinjaman menanggapi arahan Trump dengan serius.

Industri keuangan sendiri mengaku terkejut dengan pengumuman pekan lalu. Menyusul hal tersebut, salah satu bank bahkan telah menyiapkan CEO-nya jika sewaktu-waktu menerima panggilan dari pejabat pemerintahan.

"Saya kira akan ada percakapan berkelanjutan antara industri dan pemerintahan," ujar analis perbankan di Argus Research, Stephen Biggar. 

Sumber lain mengatakan, selama bertahun-tahun, industri perbankan telah melawan berbagai rancangan undang-undang di Kongres yang bertujuan membatasi suku bunga kartu kredit, dan sikap tersebut tidak berubah.

Bank-bank kemungkinan akan meningkatkan upaya advokasi untuk melawan proposal ini dalam beberapa pekan ke depan.

"Kartu kredit merupakan bisnis yang sangat menguntungkan, dan pembatasan suku bunga berpotensi memengaruhi ekspektasi laba bank-bank besar dan perusahaan kartu kredit di masa depan," kata wakil presiden manajemen portofolio di Mercer Advisors, David Krakauer.

Sebagai alternatif, penyedia kartu bisa mengambil langkah kompromi melalui penawaran inovatif, seperti suku bunga lebih rendah bagi nasabah tertentu atau kartu tanpa fasilitas tambahan (no-frills) yang mengenakan bunga 10 persen tetapi tanpa program hadiah, atau dengan limit kredit yang lebih rendah.

Beberapa bank, seperti Bank of America, sudah menawarkan produk serupa.

"Meski bank-bank bisa melakukan perlawanan, ada batas sejauh mana mereka dapat melangkah," kata manajer portofolio klien senior di Zacks Investment Management, Brian Mulberry, yang memiliki saham sejumlah bank berkapitalisasi besar.

Volatilitas kebijakan kemungkinan akan memicu volatilitas pasar hingga ada kejelasan arah bagi bank dan regulator.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkab Agam kebut pembangunan 117 huntara di tengah tantangan cuaca
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Sentuh Pelosok Meranti, Polda Riau Perbaiki Jembatan Jamin Keamanan Anak SD
• 1 jam laludetik.com
thumb
TNI AU Kerahkan Korpasgat dan Helikopter Caracal untuk Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Maros
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Trump Berlakukan Tarif Tambahan 10% pada 8 Negara Eropa Pendukung Greenland
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hasto: Hidup Butuh Gemblengan agar Keluar Pamor!
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.