Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Pangkep
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan alat pemancar sinyal darurat atau Emergency Locator Transmitter (ELT) milik pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menjadi bukti fisik penting dalam upaya pelacakan titik jatuh pesawat yang sempat hilang kontak tersebut.
Sebelumnya, sempat terjadi simpang siur informasi mengenai penemuan kotak hitam atau black box di lokasi kejadian. Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, sempat melakukan konferensi pers terkait penemuan tersebut. Namun, pernyataan itu segera ditarik kembali setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
"Tadi saya sempat menyampaikan konfirmasi ditemukannya black box, tetapi setelah dicek kembali dan diteliti bersama Basarnas, ternyata itu bukan black box, meskipun warnanya sama," ujar Andre pada Minggu 18 Januari 2026.
Andre menjelaskan bahwa kekeliruan informasi tersebut disebabkan oleh kondisi pencarian yang dilakukan pada malam hari serta data awal yang diterima masih simpang siur. Setelah dikonfirmasi ulang oleh pihak Basarnas, dipastikan bahwa benda yang ditemukan tersebut adalah ELT.
"Basarnas mengonfirmasi langsung bahwa itu bukan black box. Yang ditemukan adalah ELT, alat pemancar sinyal darurat untuk membantu tim SAR mendeteksi lokasi pesawat saat terjadi kecelakaan," jelasnya.
Lebih lanjut, Andre memaparkan bahwa secara bentuk dan warna, ELT memang memiliki kemiripan dengan black box. Benda tersebut berukuran sekitar 20x30 centimeter dan biasanya terpasang di bagian depan atau kepala pesawat. Perbedaan utamanya terletak pada posisi pemasangan, di mana black box umumnya diletakkan di bagian belakang badan pesawat.
Atas kekeliruan informasi yang sempat beredar, Andre menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan dan kesalahan dalam penyampaian informasi," ucapnya.
Meskipun black box asli belum ditemukan, Andre menegaskan bahwa operasi pencarian di Gunung Bulusaraung akan terus dilanjutkan secara maksimal. Tim SAR gabungan tetap fokus mencari kotak hitam serta mengevakuasi korban yang masih belum ditemukan berdasarkan koordinat jatuhnya pesawat.
"Oh itu tetap (dilakukan pencarian)," pungkasnya.
Hingga saat ini, tim di lapangan terus berjuang melawan medan yang terjal guna mengumpulkan seluruh material pesawat dan mengevakuasi para korban ke posko utama.
Editor: Redaktur TVRINews




