Aprilia menargetkan prototipe MotoGP bermesin 850cc pertama mereka dapat turun ke lintasan pada awal musim semi. Target tersebut disampaikan Fabiano Sterlacchini Direktur Teknis Aprilia Racing seiring berjalannya pengembangan motor untuk regulasi baru MotoGP 2027.
Sterlacchini mengungkapkan bahwa mesin 850cc saat ini masih menjalani serangkaian uji keandalan di bangku uji, bersamaan dengan penyempurnaan versi final mesin 1000cc RS-GP. “Tantangan adalah kata yang tepat, tetapi kami sangat siap,” ujar Sterlacchini dilansir dari Crash, Minggu (18/1/2026).
Ia menjelaskan, pengujian mesin dilakukan untuk memastikan aspek teknis dan membuka tahap awal pengembangan. “Mesin 850cc sedang diuji dalam mode pengujian untuk keandalan, untuk mengonfirmasi semuanya dan memulai sebagian dari pengembangan. Pada dasarnya, kami memperkirakan prototipe pertama akan mulai diproduksi sekitar awal musim semi,” katanya.
Menurut Sterlacchini, prototipe awal sebenarnya sudah ada, namun masih berada dalam fase pengujian internal. “Prototipe pertama pada akhirnya sudah selesai, tetapi masih dalam tahap pengujian. Kami cukup yakin dan optimistis,” ucapnya.
Aprilia bukan pabrikan pertama yang menguji motor 850cc. KTM lebih dulu menurunkannya ke lintasan pada Desember lalu, disusul Honda beberapa pekan kemudian. Sementara itu, Ducati dan Yamaha, seperti Aprilia, belum menguji motor 850cc di trek balap.
Massimo Rivola CEO Aprilia Racing menilai tantangan menyeimbangkan pengembangan motor untuk musim berjalan dan era regulasi baru justru menjadi peluang. Ia yakin efisiensi pabrikan Italia akan menjadi keunggulan utama.
“Saya pikir ini justru keuntungan bagi kami. Perusahaan-perusahaan Italia, khususnya Noale, sangat efisien. Saya tidak melihat alasan mengapa motor kami tahun 2027 tidak akan sangat kompetitif,” kata Rivola.
Namun, Rivola menyoroti faktor ban sebagai tantangan terbesar ke depan. “Tanda tanya terbesar mungkin bukan pada motor atau mesinnya, melainkan ban Pirelli. Itu aspek yang paling menantang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peluang tetap terbuka lebar. “Jika sebuah pabrikan mampu bersaing memperebutkan podium di setiap balapan, maka mereka juga bisa memberikan hasil bagus untuk 2027. Saya melihat ini lebih sebagai peluang daripada masalah.”
Pandangan serupa disampaikan Sterlacchini, yang menilai budaya kerja Eropa, khususnya Italia, membuat tim lebih adaptif. “Kami sangat reaktif. Kami yakin bisa mengatasi kebingungan dan kompleksitas ini. Bagi kami, ini lebih merupakan peluang,” ujarnya.
Aprilia, yang finis di posisi kedua klasemen konstruktor MotoGP musim lalu di bawah Ducati, hingga kini belum mengontrak pembalap untuk era MotoGP 850cc yang akan dimulai pada 2027. (saf/ham)



