Cara Kementerian Transmigrasi Cetak SDM Ber-DNA Digital Wujudkan Indonesia Emas 2045

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan kawasan dan pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional melalui pemanfaatan pendidikan tinggi berbasis digital. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi RI Edy Gunawan, dalam acara Wisuda Ke-4 Periode II Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Siber Asia (UNSIA) yang digelar secara hybrid di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026.

Baca Juga :
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan
Wamenhaj Minta Calon Petugas Haji Copot Gelar, Ini Alasannya

Seiring dengan upaya sinergi antara dunia akademik, transformasi digital, dan pembangunan kawasan transmigrasi. Edy, menyampaikan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi ke depan membutuhkan SDM unggul yang tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kapasitas riset dan literasi digital yang kuat.

“Melalui program unggulan Transmigrasi Patriot 2026, pemerintah menargetkan 1.000 penerima beasiswa magister (S2) yang akan menempuh pendidikan selama 18 bulan, sekaligus melakukan penelitian tesis dan pengabdian masyarakat di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia,” katanya.

Diketahui wisuda UNSIA kali ini mengusung tema 'Sinergi Akademis dan Pembangunan Kawasan: Mencetak SDM Unggul & Cerdas Digital Menuju Indonesia Emas Tahun 2045', yang dinilai selaras dengan agenda nasional transformasi pembangunan berbasis inovasi dan teknologi.

Serta meluluskan 879 wisudawan, dengan 367 lulusan mengikuti prosesi secara langsung dan 495 lainnya terhubung secara daring dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Taiwan, dan Arab Saudi.

Model wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan jarak jauh mampu menjangkau pelosok Nusantara hingga diaspora Indonesia di luar negeri tanpa batas ruang dan waktu.

Rektor UNSIA, Jang Youn Cho, menekankan bahwa lulusan UNSIA dipersiapkan sebagai pionir di era Artificial General Intelligence (AGI). Ia mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Jangan bersaing dengan silikon. Kembangkan apa yang bersifat biologis dan berjiwa. Di era AI, nilai empati, kreativitas, dan melayani bangsa dengan hati yang tidak dapat direplikasi oleh kode mana pun,’’ katanya 

Jang Youn Cho juga mengungkapkan capaian UNSIA sebagai hub World University Ranking for Innovation (WURI) di Indonesia, serta rencana UNSIA menjadi Google Reference University dan pelopor pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pendidikan tinggi di Tanah Air.

Baca Juga :
Indonesia Bakal Perbanyak Fakultas Kedokteran, Istana: Rencananya Beasiswa Penuh
Prabowo Bakal ke Inggris Pekan Depan, Bahas Pendidikan hingga Saintek
Prabowo Bakal Tambah Anggaran Riset Perguruan Tinggi Rp 4 Triliun

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
2 Perkara Paling Ditakuti Rasulullah SAW dan Tanda Cinta Allah SWT untuk Hamba
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030, Ajak Alumni Sinergi Dukung Prioritas Program Nasional
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Rocky Gerung Kritik Menkeu Purbaya yang Gagal Capai Pertumbuhan Ekonomi 6%
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Vietnam di Piala AFF 2026: Kerap Jadi Batu Sandungan Timnas Indonesia, Kali Ini Satu Grup Lagi
• 17 jam lalubola.com
thumb
Pelita Jaya menang telak atas Pacific di IBL 2026
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.