Keluarga Yoga Nauval, operator foto udara tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), yang menjadi korban dalam jatuhnya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar, menggelar doa bersama.
Acara itu digelar di rumah orang tua Nauval di Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Minggu (18/1) malam. Mereka mengharapkan adanya mukjizat agar Yoga bisa pulang dengan selamat.
“Yang kita ketahui bersama, beliau menjadi salah satu korban pesawat ATR di Maros. Pada kesempatan ini pun kami belum mengetahui keberadaannya,” kata paman Yoga, Yuda, di lokasi.
“Oleh karena itu, kami mengundang bapak dan ibu untuk sama-sama mendoakan. Semoga Allah memberikan mukjizat yang terbaik untuk saudara kami, Saudara Yoga Nauval,” lanjutnya.
Doa bersama ini diikuti oleh keluarga dan kerabat Yoga, dipimpin oleh seorang ustaz dari masjid perumahan tempat keluarga Yoga tinggal.
Mereka tampak membacakan Surah Al-Fatihah hingga Yasin untuk Yoga. Doa bersama berlangsung khusyuk. Seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan keselamatan Yoga.
Diketahui, pesawat yang ditumpangi Yoga dicarter oleh Ditjen PSDKP KKP untuk tugas pengawasan. Terbaru, seorang korban tewas berjenis kelamin laki-laki ditemukan di lereng bukit Gunung Bulusaraung, namun identitasnya belum diketahui.




