Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menetapkan Nanas Moris sebagai produk unggulan di kawasan transmigrasi, seiring upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pengembangan komoditas lokal bernilai tambah.
Penetapan ini ditandai dengan peninjauan langsung demplot oleh Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Riau.
Advertisement
"Di Balai Transmigrasi Pekanbaru, meninjau demplot-demplot yang akan kita terapkan di kawasan transmigrasi salah satunya adalah demplot untuk penanaman nanas moris, kemudian demplot budidaya nila, ikan nila, kemudian ayam KUB, dan tanaman hidroponik," ujar Wamentrans Viva Yoga Mauladi, di Balai Pengembangan Pemukiman Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) di Pekanbaru, Riau, Sabtu 17 Januari 2026.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari strategi Kementrans dalam menyiapkan model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang akan diterapkan di berbagai kawasan transmigrasi.
"Kementrans memastikan setiap demplot disesuaikan dengan kondisi iklim dan karakter wilayah tujuan para transmigran," ucap Viva Yoga.
Dia menegaskan, pengembangan komoditas unggulan menjadi kunci agar kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal baru, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Viva Yoga menjelaskan, demplot yang dikembangkan di Balai Pekanbaru akan menjadi contoh langsung bagi para calon transmigran.
"Ini menjadi demplot yang akan kita terapkan di kawasan transmigrasi yang tentunya disesuaikan dengan kondisi iklim dan pembangunan dari masing-masing jalan transmigran," kata dia.
Viva Yoga menyebut, demplot tersebut meliputi penanaman Nanas Moris, Budidaya ikan nila, ayam KUB, serta tanaman hidroponik yang dirancang untuk menunjang kemandirian pangan dan ekonomi keluarga transmigran.



