YouTube resmi merevisi kebijakan monetisasi iklan bagi kreator di seluruh dunia. Melalui aturan terbaru ini, konten yang membahas isu sensitif seperti aborsi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga pengalaman personal kini memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan iklan secara penuh tanpa pembatasan ketat seperti sebelumnya.
Mengutip laporan TechCrunch, Jumat (16/1), kebijakan baru ini ditujukan untuk mengakomodasi konten edukatif, dokumenter, dan karya seni berbentuk drama yang disajikan secara sopan dan tidak vulgar. Sebelumnya, banyak kreator mengeluhkan video mereka terkena label ikon dolar kuning atau pembatasan iklan, meskipun memiliki nilai edukasi tinggi.
YouTube mengakui bahwa sistem moderasi otomatis yang digunakan selama ini terlalu kaku. Akibatnya, konten yang mengangkat narasi personal mendalam atau isu sosial penting sering kali dirugikan. Kini, video dengan penyampaian yang informatif, naratif, atau didramatisasi secara elegan dianggap lebih ramah bagi pengiklan.
Baca juga : Dorong Tren Monetisasi, TipTip Ungkap Strategi Hadapi Tahun 2024
Batasan Monetisasi dan Keamanan PenggunaMeski memberikan kelonggaran, YouTube tetap menetapkan standar kelayakan iklan demi menjaga keamanan pengguna dan pengiklan. Berikut poin penting dalam kebijakan terbaru tersebut:
1. Visual Tetap DibatasiKonten dengan visual yang vulgar atau eksplisit tetap tidak memenuhi syarat untuk dimonetisasi.
2. Isu TerlarangTopik tertentu, seperti pelecehan seksual terhadap anak, tetap dilarang keras untuk dimonetisasi demi melindungi keselamatan publik.
Baca juga : Dua Polisi dalam Konten Baim-Paula tidak Tahu Kena Prank
3. Kualitas dan Gaya NarasiKreator dianjurkan menyampaikan isu kontroversial dengan pendekatan informatif, edukatif, dan elegan, tanpa sensasionalisme berlebihan.
Dampak Positif bagi Kreator KontenPerubahan kebijakan ini sejalan dengan tren global media sosial yang mulai melonggarkan moderasi konten berlebihan. Bagi kreator film pendek, jurnalis independen, hingga podcaster yang fokus pada isu sosial, kebijakan ini menjadi angin segar.
Dengan aturan baru, konten edukasi dan karya seni bertema sensitif dapat lebih berkelanjutan secara finansial. Kreator juga tidak lagi dipaksa melakukan sensor berlebihan atau menggunakan kata sandi dan istilah aneh hanya demi menghindari pembatasan iklan.
Langkah YouTube ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan kebebasan berekspresi, keamanan pengguna, dan kepentingan pengiklan di era konten digital yang semakin kompleks. (Z-10)



