Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengarahkan anggaran pembangunan secara terfokus ke-154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjadikan transmigrasi sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sekadar program perpindahan penduduk.
Advertisement
"Melalui program Tim Ekspedisi Patriot yang kita sebar di 154 kawasan pada tahun 2025 lalu, kita memiliki paper kerja berupa rekomendasi tentang produk unggulan dan perencanaan pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi di 154 kawasan itu," ujar Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi di BPPMT Pekanbaru, Riau, Sabtu (17/1/2026).
Langkah tersebut, lanjut dia, menjadi fondasi perencanaan pembangunan kawasan transmigrasi berbasis potensi unggulan masing-masing wilayah.
"Pemerintah tidak lagi memposisikan transmigrasi hanya sebagai relokasi penduduk, melainkan sebagai penggerak ekonomi rakyat yang terstruktur dan berkelanjutan," kata Viva Yoga.
Memasuki 2026, lanjut dia, Kementrans akan menindaklanjuti hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot dengan penguatan sumber daya manusia dan perencanaan ekonomi kawasan.
Program ini dirancang untuk memastikan setiap kawasan transmigrasi memiliki arah pembangunan yang jelas, berbasis potensi lokal, dan terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional.
"Untuk tahun 2026 akan kita follow-up lagi. Dan kita masih akan terus untuk menindaklanjuti dengan pengiriman 1.000 Tim Ekspedisi Patriot dan 2.000 Mahasiswa Patriot yang akan sekolah untuk program Master S2 di beberapa kawasan transmigrasi," terang Viva Yoga.



