Alex Ferguson Murka ke Michael Carrick

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Nama Michael Carrick kembali menjadi sorotan di Old Trafford, bukan hanya karena penunjukannya sebagai manajer interim Manchester United hingga akhir musim, tetapi juga karena jejak panjangnya di klub yang tak selalu berjalan mulus. 

Di balik deretan trofi dan reputasi sebagai gelandang pendiam, Carrick pernah merasakan langsung sisi paling keras dari kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Pengalaman itu menjadi bagian dari narasi panjang karier Carrick di United.

Baca Juga :
Pengakuan Jujur Bryan Mbeumo soal Ruang Ganti MU usai Amorim Dipecat dan Digantikan Michael Carrick
Pernyataan Berkelas Lisandro Martinez Usai Diremehkan 2 Legenda MU Paul Scholes dan Nicky Butt

Carrick menikmati periode yang sangat sukses selama berseragam Setan Merah. Selama lebih dari satu dekade, ia mengoleksi 12 gelar utama, termasuk lima trofi Liga Inggris dan satu gelar Liga Champions pada 2008. Kehadirannya di lini tengah membantu menstabilkan tim yang sempat kehilangan figur sentral usai kepergian Roy Keane.

PElatih Interim Manchester United, Michael Carrick
Photo :
  • manchestereveningnews

Berbeda dengan gelandang flamboyan, peran Carrick kerap bekerja dalam senyap. Ia bertugas menjaga keseimbangan permainan, mengatur tempo, dan memastikan aliran bola tetap rapi. Kontribusi semacam ini sering luput dari sorotan, meski sangat vital bagi struktur tim.

Namun, ada satu momen ketika Carrick justru menjadi sasaran kemarahan Ferguson. Insiden tersebut terjadi pada final Piala Dunia Antarklub 2008 melawan LDU Quito. Laga berjalan tanpa gol hingga turun minum, dan Ferguson menilai permainan tim, khususnya distribusi bola Carrick tidak sesuai harapannya.

Dalam autobiografinya Between the Lines yang terbit pada 2018, Carrick mengisahkan bagaimana Ferguson meluapkan emosinya di ruang ganti. Sang manajer menuntut bola dimainkan lebih progresif, meski Carrick merasa sebagian besar umpannya sudah mengarah ke depan.

Carrick memilih tidak membalas atau membela diri. Ia menggambarkan dirinya tetap tenang di luar, meski menyimpan kekesalan. Situasi tersebut, menurutnya, adalah bagian dari dinamika bekerja di bawah sosok manajer dengan standar ekstrem seperti Ferguson.

United akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah menang 1-0 di babak kedua. Wayne Rooney menjadi pencetak gol penentu, meski tim harus bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah Nemanja Vidic. Trofi itu melengkapi musim gemilang Carrick bersama klub.

Kemarahan Ferguson terhadap Carrick tergolong jarang. Dari total 464 penampilan Carrick di United, 319 di antaranya terjadi di bawah arahan Ferguson. Sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada 2006, sang manajer memang sudah yakin Carrick akan sukses di Old Trafford.

Baca Juga :
Bernardo Silva: Tekel Diogo Dalot ke Jeremy Doku Harusnya Kartu Merah, Bukan Kuning!
Michael Carrick Tak Biarkan Harry Maguire Pergi dari Manchester United
6 Klub yang Berpotensi Jadi Tujuan Xabi Alonso usai Pergi dari Real Madrid

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Serukan Sekaranglah Saatnya Bagi Iran Mengganti Pemimpinnya Hingga Iran Berencana Putuskan Internet 
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Salmon vs Ikan Kembung, Mana yang Lebih Menang di Gizi dan Dompet?
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Mantan Wamenaker Noel Jalani Sidang Perdana Pemerasan Pengurusan K3 Hari Ini
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waka Komisi VIII DPR: Biduan di Panggung Isra Mikraj Bukan Masalah Sepele
• 14 jam laludetik.com
thumb
Operasi Modifikasi Cuaca Jalan Setahun Penuh, BPBD DKI Jakarta Anggarkan Rp 31 Miliar
• 2 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.