Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Afrika Selatan mengumumkan status bencana nasional setelah terjadi cuaca buruk yang mengakibatkan banjir bandang di sejumlah wilayah.
Dilansir Bloomberg pada Minggu (18/1/2026), Kementerian Tata Kelola Kooperatif dan Urusan Tradisional Afsel menyampaikan hujan deras, angin kencang, petir, dan banjir telah menelan korban jiwa.
Tak hanya itu, terjadi juga kerusakan parah pada infrastruktur dan perumahan, serta degradasi lingkungan dan penggusuran masyarakat.
Wilayah yang terdampak bencana antara lain Limpopo, Mpumalanga, KwaZulu-Natal, Cape Timur dan Provinsi Barat Laut, di mana banyak bangunan sekolah rusak dan petani mengalami kerugian. Beberapa bagian dari wilayah ikonik Taman Nasional Kruger juga ditutup.
"Setelah konsultasi dengan beberapa badan/lembaga, Kepala Pusat Manajemen Bencana Nasional [Afsel] mengklasifikasikannya sebagai bencana nasional," demikian pengumuman dari kementerian.
Pengumuman status bencana tersebut didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap kondisi cuaca buruk sejak akhir November dan kunjungan Presiden Cyril Ramaphosa ke Provinsi Limpopo pada 15 Januari 2026 dan Menteri Tata Kelola Kooperatif dan Urusan Tradisional Velenkosini Hlabisa ke Mpumalanga dua hari kemudian.
Baca Juga
- Pasar Cermati Cuaca di Afrika Barat, Harga Kakao Fluktuatif Awal Tahun
- Trump Blokir Afrika Selatan di G20 2026 dan Hentikan Bantuan AS
- Yuan Kian Geser Dominasi Dolar di Afrika
Semua lembaga negara diharuskan untuk memperkuat sistem manajemen bencana, menerapkan langkah-langkah darurat, menyerahkan laporan kemajuan kepada NDMC, dan memastikan pendekatan multisektoral yang terkoordinasi untuk pencegahan, mitigasi, bantuan, dan rehabilitasi, kata pemerintah.




