REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan banjir yang terjadi di wilayah Pekalongan, Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional kereta barang. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, operasional kereta barang hingga saat ini masih dapat dikendalikan dan tidak mengganggu jalur distribusi utama.
“Perlu kami sampaikan untuk kereta barang ini tidak ada something yang very important, kemudian itu pun relasinya dari Kalimas ke Tanjung Priok. Jadi mudah-mudahan tidak ada impact logistiknya sama sekali di sini," ujar dia, Ahad (18/1/2025).
- Terdampak Banjir, KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta Penumpang
- Banjir, KAI Daop 2 Bandung Batalkan Empat Perjalanan Kereta Api
- Banjir Meluas, KAI Batalkan 38 Perjalanan Kereta Hari Ini
Menurut dia, BUMN transportasi kereta api itu akan terus berkoordinasi dengan para mitra terkait, khususnya pelanggan angkutan logistik, untuk memastikan penanganan dan kelancaran distribusi barang.
KAI mencatat adanya dampak cuaca ekstrem terhadap layanan kereta secara umum dalam beberapa hari terakhir. Bobby menyebut hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir, diperparah oleh tanggul jebol dan air pasang, menyebabkan sejumlah perjalanan kereta mengalami pembatalan dan keterlambatan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Untuk menyikapi hal tersebut, KAI memberikan kompensasi kepada pelanggan yang perjalanannya dibatalkan berupa pengembalian tiket atau refund.
KAI mencatat sebanyak 258 ribu tempat duduk telah terjual pada periode long weekend 16–18 Januari 2026, dengan sekitar 18 ribu penumpang mengajukan pengembalian tiket akibat banjir di Pekalongan. KAI menegaskan pengembalian tiket diberikan secara penuh atau 100 persen melalui tiga kanal, yakni loket stasiun, layanan KAI 121, serta aplikasi Access by KAI.
Sebelumnya, KAI membatalkan sebanyak 82 perjalanan kereta api penumpang akibat banjir di Daop 4 Semarang, khususnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, yang dipicu tanggul jebol dan air pasang.
Banjir tersebut mengakibatkan 82 kereta penumpang dibatalkan, 16 kereta barang terdampak pembatalan, serta 76 kereta mengalami keterlambatan.
Ia menjelaskan gangguan awal terjadi di kilometer 88+4/8 di antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri. Pada 17 Januari, KAI telah melakukan operasi pemulihan dengan mengangkat rel dan menebarkan sekitar 105 meter kubik balas agar jalur kembali dapat dilewati.
Namun, pada malam hari di tanggal yang sama, kondisi kembali memburuk akibat luapan dua sungai yang mengapit jalur rel di kilometer 88+900 hingga 89+100 di lintas antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi.


