Astronom Temukan Misteri Planet Styrofoam: Makin Tua Malah Makin Ringan

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

PARA astronom baru saja mendapatkan pemandangan langka dari proses pertumbuhan empat "bayi" planet. Temuan ini mengejutkan para peneliti, planet-planet muda ini ternyata menjadi lebih ringan dan menyusut seiring bertambahnya usia.

Terletak sekitar 350 tahun cahaya dari Bumi, keempat planet ini mengorbit bintang muda bernama V1298 Tau. Sistem ini baru berusia 20 juta tahun, sangat muda jika dibandingkan dengan Matahari kita yang sudah berumur 4,5 miliar tahun.

Fenomena Planet Styrofoam

Berdasarkan analisis terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature, planet-planet tersebut memiliki kepadatan yang sangat rendah. Saking ringannya, para peneliti mengibaratkan tekstur mereka seperti Styrofoam yang mengembang.

Baca juga : Mars "Si Petarung Tangguh": Gravitasinya Ternyata Kunci Stabilitas Iklim Bumi

Temuan ini dianggap sebagai "mata rantai yang hilang" dalam sejarah pembentukan planet. Selama ini, astronom sering menemukan sistem planet tua yang dipenuhi oleh planet seukuran Bumi hingga Neptunus, namun proses pembentukannya masih menjadi misteri.

"Yang sangat menarik adalah kita melihat pratinjau dari apa yang akan menjadi sistem planet yang sangat normal," ujar John Livingston, asisten profesor di National Astronomical Observatory of Japan. "Kami belum pernah memiliki gambaran sejelas ini tentang mereka di tahun-tahun pembentukannya."

Seiring berjalannya waktu, dunia yang membengkak ini diperkirakan akan kehilangan atmosfer tebalnya dan menyusut menjadi Super-Earth atau Sub-Neptune. Jenis planet yang umum di galaksi kita namun tidak ada di tata surya kita sendiri.

Baca juga : Eksoplanet Unik Berbentuk Lemon Ditemukan di Sekitar Pulsar

Keberuntungan Hole-in-One

Keempat planet di V1298 Tau pertama kali diidentifikasi pada 2019 melalui data teleskop luar angkasa Kepler milik NASA. Namun, mengukur massa planet muda sangatlah sulit karena aktivitas bintang yang tidak stabil.

Tim peneliti menghabiskan satu dekade melakukan observasi menggunakan berbagai teleskop di darat dan luar angkasa. Keberuntungan muncul saat jaringan Observatorium Las Cumbres berhasil menangkap transit ketiga dari planet terluar, V1298 Tau e.

"Saya tidak percaya!" kata Erik Petigura, asisten profesor astronomi di UCLA. "Waktunya sangat tidak pasti sehingga saya pikir kami harus mencoba setidaknya setengah lusin kali. Rasanya seperti mendapatkan hole-in-one dalam golf."

Bukti Evolusi Planet

Hasil penelitian menunjukkan meski ukurannya 5-10 kali lipat jari-jari Bumi, massa mereka hanya lima hingga 15 kali lebih besar dari Bumi. Ini menjadikan mereka salah satu planet paling tidak padat yang pernah ditemukan.

"Dengan menimbang planet-planet ini untuk pertama kalinya, kami telah memberikan bukti observasi pertama," kata rekan penulis Trevor David. "Mereka memang sangat 'puffy' (mengembang), yang memberi kita tolok ukur penting bagi teori evolusi planet."

James Owen, profesor astrofisika di Imperial College London, menambahkan bahwa planet-planet ini masih akan terus berubah. "Selama beberapa miliar tahun ke depan, mereka akan terus kehilangan atmosfer dan menyusut secara signifikan," pungkasnya. (Live Science/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polling: Ada Usulan Pemilu Pakai e-Voting, Bagaimana Menurutmu?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Agenda Prabowo Dalam Lawatan ke Inggris dan Swiss
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Saham Perbankan Kompak Naik Saat Rupiah Tertekan Nyaris Rp17.000 per Dolar
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah Evaluasi Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Siap Kukuhkan Eksistensi di WEF 2026
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.