Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kerja ke Inggris. Lawatan ini menjadi kunjungan resmi kedua Prabowo ke Britania Raya atau London sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo bertolak menuju Inggris dan Swiss pada Minggu (18/1) siang untuk menghadiri sejumlah agenda pertemuan penting.
“Di London, Inggris, Presiden Prabowo akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas kesepakatan dalam beberapa kerja sama strategis, di antaranya dalam bidang ekonomi dan maritim,” ujarnya melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Minggu (18/1/2026)
Selain itu, Kepala Negara juga akan mengadakan audiensi dengan Raja Charles III. Salah satu agenda utama pertemuan tersebut adalah pembahasan isu pelestarian alam dan lingkungan, termasuk konservasi gajah, bersama sejumlah tokoh filantropi dunia.
Kunjungan Prabowo kali ini menandai lawatan kedua Presiden Prabowo ke Inggris setelah sebelumnya melakukan kunjungan bilateral ke London pada 20–23 November 2024.
Pada kunjungan pertama tersebut, Presiden Ke-8 RI itu menjalani pertemuan tingkat tinggi dan agenda protokoler dengan para pemimpin Britania Raya guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Baca Juga
- Prabowo Bertolak ke Inggris-Swiss, Bertemu Raja Charles III dan Pidato di WEF Davos
- Prabowo Bakal Kunjungi Inggris, Bahas Kerja Sama Pendidikan dengan Kampus Elit
- RI Jajaki Kerja Sama dengan Inggris Bangun Ekosistem Semikonduktor
Salah satu lawatan paling disorot adalah kunjungan Prabowo ke Britania Raya. Bertemu Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer, Prabowo membawa isu lingkungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan ke jantung monarki Inggris. Lawatan ini juga menghasilkan komitmen investasi senilai US$8,5 miliar.
Usai agenda di Inggris, Presiden Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss. Di sana, Presiden dijadwalkan menyampaikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) yang akan dihadiri oleh 61 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara. Kepala negara juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO perusahaan global terkemuka.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5306228/original/090660300_1754379822-IMG_0896.jpg)