Ketegangan AS-Eropa Makin Panas, Bursa Asia Dibuka Melemah

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: AP/Shuji Kajiyama

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas pasar Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Senin, (19/1/2025) seiring investor mencermati ketegangan geopolitik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Eropa terkait Greenland. Selain itu, pelaku pasar juga menanti rilis sejumlah data ekonomi penting dari China.

Akhir pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin Eropa saling melontarkan pernyataan keras mengenai wilayah Arktik tersebut. Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa serta menuntut kendali atas Greenland yang merupakan bagian dari Denmark.


Baca: Asing Terciduk Diam-Diam Lepas 10 Saham Kala IHSG Cetak Rekor

Para pemimpin Eropa merespons dengan menyebut ancaman tersebut sebagai tindakan yang "sepenuhnya salah" dan "tidak dapat diterima." Di kawasan Asia, perhatian investor tertuju pada rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal IV China serta data penjualan ritel, investasi perkotaan, dan produksi industri periode Desember.

Melansir CNBC.com, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong tercatat di level 26.640, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 26.844,96. Hal ini mengindikasikan potensi pelemahan pasar saham Hong Kong pada awal pekan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,85% dan menjadi yang terburuk di kawasan Asia, sementara Topix melemah 0,46%. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak ke level 2,218%, tertinggi sejak 1999.

Pasar saham Korea Selatan bergerak berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia. Indeks Kospi naik 0,18%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,15%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka melemah 0,19% pada awal perdagangan. Tekanan ini sejalan dengan sentimen global yang masih diliputi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Dari pasar komoditas, harga perak dan emas spot sama-sama mencetak rekor tertinggi. Perak melonjak lebih dari 4,17% ke level US$93,7 per ons, sementara emas terakhir menguat 1,8% ke posisi US$4.676,94 per ons.

Pada perdagangan Jumat di Amerika Serikat, indeks S&P 500 ditutup mendekati level datar dan membukukan penurunan secara mingguan. Indeks Nasdaq Composite terkoreksi 0,06%, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,17%.

Tiga indeks utama Wall Street sempat menyentuh level terendah sesi setelah Trump menyatakan lebih memilih Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett tetap di posisinya saat ini. Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Hassett kemungkinan tidak dipilih sebagai Ketua The Fed berikutnya.

Hassett selama ini dipandang sebagai kandidat yang lebih ramah pasar dibandingkan calon terdepan lainnya, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh. Ia juga dinilai lebih cenderung mempertahankan suku bunga tetap rendah dibandingkan pesaingnya.

 


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Menanti IHSG 10.000, Sektor Ini Jadi Incaran Manajer Investasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Pastikan Pesawat ATR 42-500 Laik Terbang Sebelum Insiden, Operasional Bandara Tetap Normal
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Dihajar Alter Ego, Onic Turun ke Lower Bracket M7 World Championship
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Wall Street Pekan Ini, Musim Laporan Keuangan hingga Independesi The Fed Jadi Sorotan
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Bocah Lima Tahun yang Terseret Ombak di Pattingalloang-Gowa Ditemukan Meninggal Dunia
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Bakal Bangun 18 Tower Rusun Subsidi di Meikarta
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.