Jujur, Aurelie Moeremans Nggak Enak dan Minta Publik Setop Bully Sosok di Broken Strings

insertlive.com
8 jam lalu
Cover Berita

Buku Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings terus menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir.

Buku tersebut memuat kisah personal Aurelie tentang pengalaman pahit yang ia alami sebagai korban child grooming saat berusia 15 tahun, yang dituliskan secara jujur sebagai bagian dari proses penyembuhan.

Seiring meningkatnya perhatian publik, sejumlah pembaca justru mulai berspekulasi mengenai identitas tokoh-tokoh yang muncul dalam cerita.

Dugaan itu bahkan menyeret nama Roby Tremonti, yang merasa tersindir dengan karakter Bobby, serta memicu tebak-tebakan lain terkait sosok Jo, Mama Jo, Kelly, Milo, Zane, hingga Tom.

Menanggapi situasi tersebut, Aurelie Moeremans akhirnya angkat bicara. Melalui akun Threads miliknya, ia menyampaikan pesan tegas kepada para pembaca agar tidak berspekulasi apalagi melakukan perundungan terhadap karakter-karakter dalam bukunya.

"Please.... Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan," tulis Aurelie Moeremans, Minggu (18/1).

Aurelie menegaskan bahwa berbagai asumsi yang beredar di media sosial belum tentu benar dan justru membuatnya merasa tidak nyaman sebagai penulis sekaligus penyintas.

"Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku nggak enak bacanya," sambungnya.

Aktris film Story of Kale: When Someone's in Love itu kemudian mengingatkan kembali tujuan utama penulisan Broken Strings.

Menurutnya, buku tersebut tidak dibuat untuk membongkar identitas siapa pun di dunia nyata, melainkan untuk membagikan pengalaman, luka batin, dan perjalanan pemulihan yang ia lalui.

"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa-siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," ungkapnya.

Aurelie juga menyinggung kemungkinan adanya pihak yang secara sukarela mengaitkan dirinya dengan karakter tertentu dalam buku tersebut.

Meski menghormati pendapat pribadi setiap orang, ia menegaskan bahwa publik tidak seharusnya menyerang siapa pun hanya berdasarkan dugaan.

"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan," tegas Aurelie.

Perempuan yang kini tengah menantikan kelahiran anak pertamanya itu menutup pesannya dengan harapan agar ruang diskusi seputar Broken Strings tetap aman dan penuh empati bagi semua pihak.

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat di-bully. Aku menulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama. Let's keep this space kind, aman, dan penuh empati," tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Link dan Cara Daftar TKA SD-SMP 2026 Dibuka Hari Ini, Guru dan Orang Tua Wajib Cek!
• 6 jam laludisway.id
thumb
Topremit Kembali Raih Award "Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025" dari BI
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Persik Kediri Perpanjang Kontrak Kaptennya Ezra Walian hingga 2029
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Bentuk BUMN Tekstil di Bawah Danantara, Bakal Jadi Calon Investor Sritex?
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Fitur Khusus Chery J6 Hadapi Genangan Air
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.