Harga Naik Tak Wajar, 4 Saham Emiten Ini Masuk Radar UMA

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti pergerakan tidak biasa pada sejumlah saham yang dinilai mengalami lonjakan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Salah satunya, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL). 

"Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.

Pergerakan saham BELL memang terbilang agresif. Dalam sepekan terakhir, saham ini melesat 97,33%, sementara secara bulanan sudah melonjak 108,45%. Usai pengumuman UMA pada Senin (19/1), laju penguatan belum mereda. Harga saham BELL kembali naik 34,55% dan ditutup di level Rp148.

Baca Juga: Aksi Berlanjut! Prajogo Pangestu Serok Lagi Rp9,6 Miliar Saham BREN

Tak hanya BELL, sejumlah saham lain juga masuk radar pemantauan bursa. Saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) tercatat naik 36,22% dalam sepekan dan 69,61% dalam sebulan. Pada perdagangan terbaru, VISI masih menguat 8,07% ke level Rp346.

Sementara itu, PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) mencatat kenaikan 41,57% secara mingguan dan melonjak 157,30% dalam sebulan. Saham EURO juga melanjutkan penguatan sebesar 8,46% ke Rp705.

Berbeda dengan dua saham tersebut, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) justru melemah. Meski secara mingguan naik 24,76% dan 36,46% dalam sebulan, pada perdagangan terkini saham DGNS terkoreksi 3,68% ke level Rp262.

Baca Juga: Saham POLA Dibekukan Sementara Imbas Harga Melonjak Tajam

Yulianto menegaskan, pengumuman UMA tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal. Namun, bursa saat ini tengah mencermati pola transaksi saham-saham tersebut secara lebih intensif.

Seiring dengan kondisi tersebut, investor diminta untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi. Ia mengimbau agar pelaku pasar memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja serta keterbukaan informasi emiten, mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai potensi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polling: Ada Usulan Pemilu Pakai e-Voting, Bagaimana Menurutmu?
• 9 menit lalukumparan.com
thumb
Viral Video Karaoke Diduga Libatkan Ricky Harun, Begini Respons Tenang Sang Aktor
• 10 jam laluintipseleb.com
thumb
Status Gunung Ile Lewotolok NTT Naik Jadi Level Siaga
• 23 jam laludetik.com
thumb
Spesifikasi Pesawat ATR 42-500: Jangkauan, Kecepatan, dan Kapasitas Operasional
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dominasi Kebijakan Pusat Dipandang Sempitkan Ruang Gerak Otonomi
• 2 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.