TABLOIDBINTANG.COM - Aulia Sarah jadi bintang utama film horor terbaru berjudul Sengkolo: Petaka Satu Suro. Dalam film produksi MVP Pictures tersebut, perempuan berusia 29 tahun itu memerankan tokoh Rahayu, karakter kompleks yang menuntut kekuatan fisik sekaligus emosi sepanjang proses syuting.
Berbeda dari pengalaman horor kebanyakan, Aulia Sarah justru mengalami kejadian tak terduga selama berada di lokasi syuting. Saat menjalani pengambilan gambar di kawasan Jakarta Selatan, ia mengalami momen yang membuat kru di sekitarnya menjauh.
"Pada saat aku menjalani syuting, tiba-tiba aku menginjak pup kucing, dari bawah naik ke atas baunya. Aku sampai dijauhi kru karena memang bau banget," kata Aulia Sarah.
Menurutnya, karakter Rahayu bukan sosok biasa karena memiliki lapisan emosi yang berat dan terus berada dalam kondisi tertekan.
"Ini karakter pertamaku yang bukan cuma manusia, tapi juga kerasukan. Secara energi berat banget karena bolak-balik antara dua kondisi. Biasanya hidup orang naik turun ya, tapi Rahayu ini sial terus. Capek banget jadi Rahayu,” kata Aulia Sarah.
Rahayu digambarkan sebagai perempuan yang berkutat dengan rasa kehilangan, ketakutan, dan cinta berlebihan yang justru membuatnya terjebak dalam dilema.
"Dari dia yang kehilangan, putus asa, terlalu cinta akan sesuatu, sampai terlalu takut untuk kehilangan. Itu bikin dia kebingungan harus ambil keputusan yang mana,” jelas Aulia Sarah.
Tak hanya bermain secara emosional, Aulia Sarah juga dituntut melakukan adegan fisik ekstrem yang membutuhkan kelenturan tubuh. Demi mendukung peran tersebut, ia menjalani latihan fisik intens sebelum syuting.
"Ini bukan cuma soal kelenturan tubuh. Aku juga harus ingat, di dalam kesurupan itu ada Rahayu yang terluka. Aku juga berusaha menjaga karakter Rahayu,” ungkapnya.
Film Sengkolo: Petaka Satu Suro disutradarai Deni Saputra dan mengambil latar di desa pesisir Sukowati. Ceritanya berfokus pada kehidupan Rahayu, seorang bidan yang hidup sederhana bersama suami dan anaknya, serta tengah menantikan kelahiran buah hati.
Namun, kedamaian desa tersebut mendadak berubah mencekam akibat rangkaian peristiwa mengerikan yang menimpa para ibu hamil. Tragedi demi tragedi pun menghantam keluarga Rahayu, membawanya ke pusaran teror yang menguji batas kewarasan dan keselamatannya.



