Hormon testosteron kerap identik dengan pria. Padahal, menurut Dokter Spesialis Andrologi, Seksologi, dan Anti-Aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, testosteron merupakan hormon penting yang dibutuhkan baik oleh pria maupun perempuan untuk menjalankan fungsi tubuh secara optimal.
Testosteron memiliki peran vital dalam berbagai aspek kesehatan, mulai dari perkembangan dan fungsi seksual, pembentukan hingga kekuatan otot. Selain itu, hormon ini juga berpengaruh besar terhadap energi, fungsi kognitif, serta kenyamanan hidup secara menyeluruh.
“Pria dan perempuan memerlukan hormon testosterone untuk menjadi manusia yang utuh dan normal,” kata Prof. Wimpie dalam acara Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).
Peran Testosteron dalam TubuhTestosteron dibutuhkan sejak masa pubertas untuk menunjang perkembangan fisik dan seksual. Pada fase dewasa, hormon ini berperan dalam menjaga fungsi seksual, merangsang pembentukan otot dan tulang, serta mendukung produksi sel darah. Tak hanya itu, testosteron juga membantu meningkatkan energi, ketajaman berpikir, serta kualitas hidup secara umum.
Dampak Penurunan Testosteron pada PriaPenurunan kadar testosteron dapat menimbulkan berbagai keluhan pada pria. Gejala yang sering muncul antara lain menurunnya kenyamanan hidup secara umum, mudah lelah, depresi, kebingungan, rasa panas, hingga keringat malam. Fungsi seksual dan produksi sperma juga dapat terganggu, disertai penurunan fungsi kognitif.
Selain itu, rendahnya testosteron menyebabkan penurunan volume sel darah merah, berkurangnya kekuatan otot, serta penurunan massa tulang yang meningkatkan risiko patah tulang. Sistem kekebalan tubuh pun bisa melemah.
“Tapi di sisi lain yang terjadi juga masalah jantung, pembuluh darah, gangguan perasaan, dan gangguan tidur,” ucapnya.
Dampak Penurunan Testosteron pada PerempuanSementara pada perempuan, penurunan testosteron juga berdampak signifikan. Keluhan yang sering dialami meliputi berkurangnya motivasi dan fantasi seksual, menurunnya gairah dan kenikmatan seksual, serta berkurangnya pelumasan vagina. Massa tulang dan otot ikut menurun, sehingga memengaruhi kekuatan tubuh.
Tak hanya fisik, kualitas hidup perempuan juga terdampak, seperti perubahan perasaan, berkurangnya energi dan rasa kasih sayang, hingga meningkatnya ketidakstabilan vasomotor yang ditandai dengan rasa panas.
“Semakin sering insomnia, perempuan sering depresi, dan sering sakit kepala tanpa sebab,” tutur Prof. Wimpie.
Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan hormon dan penanganan yang tepat sangat penting, baik bagi pria maupun perempuan untuk menjaga kualitas hidup tetap optimal seiring bertambahnya usia.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477048/original/055171000_1768807571-1000752732.jpg)


