PGN Bakal Regasifikasi 30 Kargo LNG di FSRU Lampung pada 2026

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

PT PGN LNG Indonesia (PLI) membuka rangkaian operasional produksi gas alam cair atau Liquified Natural Gas (LNG) di Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung pada 2026 dengan melaksanakan kegiatan Ship-to-Ship Transfer (STS).

Direktur Utama PGN LNG, Nofrizal, mengatakan perusahaan menutup tahun 2025 dengan capaian 23 kargo LNG yang berhasil diregasifikasi di FSRU Lampung.

"Memasuki tahun 2026, FSRU Lampung siap menerima 30 kargo LNG sesuai jadwal. Seluruh perwira PGN LNG bersama para mitra secara profesional menjaga keandalan operasional LNG, khususnya dalam memastikan pemenuhan pasokan gas bagi pembangkit dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera," kata Nofrizal melalui keterangan tertulis, Senin (19/1).

Pada kegiatan STS ini, kargo LNG sebesar ±140.500 m³ dikirimkan dari Terminal LNG Donggi Senoro, Sulawesi Tengah, menggunakan kapal pengangkut LNG. Kegiatan ini sekaligus menandai STS ke FSRU Lampung pada tahun 2026.

FSRU Lampung merupakan fasilitas penyimpanan LNG terapung yang dikelola oleh PLI, sebagai subsidiary PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (PGAS). FSRU Lampung memiliki kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170.000 m³ dengan kapasitas regasifikasi mencapai 240 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencatat total alokasi LNG untuk kebutuhan industri domestik dan ekspor sebanyak 120 kargo untuk periode Januari-Juni 2026. Dia memastikan kebutuhan LNG sepanjang semester I 2026 sudah aman.

"LNG Januari-Juni udah aman. Jumlahnya kalau untuk sampai dengan Juni sekitar 120 kargo," ungkap Djoko saat ditemui di Blok Rokan, dikutip pada Rabu (24/12).

Djoko mengatakan pasokan itu juga untuk mengantisipasi gangguan pada penyaluran gas pipa, baik itu karena pasokan dari hulu yang mengalami penurunan, maupun kendala infrastruktur yang kerap terjadi.

Salah satunya terjadi pada infrastruktur pipa migas di wilayah Aceh dan Sumatera Utara imbas bencana banjir dan longsor. Djoko menyebutkan, rusaknya pipa tersebut menyebabkan penurunan lifting, terutama minyak bumi, di penghujung tahun 2025.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ter Stegen Siap Tinggalkan Barca demi Piala Dunia 2026
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
MK Perjelas Perlindungan Hukum Wartawan Dalam UU Pers
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Teddy Pardiyana Ajukan Permohonan Hak Waris, Sule: Tenang, Kita Bukan Perampok
• 7 jam laluinsertlive.com
thumb
Haul Ponpes Assalafi Kedinding Surabaya Akan Dihadiri Ratusan Ribu Jemaah, Panitia Imbau Potensi Kemacetan
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mengapa Tekstur Makanan Basah Kucing Berbeda-beda? Kenali Tanda Protein Berkualitas
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.