BBPJN Sulsel Percepat Tender Proyek Pemeliharaan Jalan Nasional. Ini Lokasinya

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Kerusakan aspal yang terjadi pada hasil pemeliharaan di Jl Perintis Kemerdekaan dan Jl Urip Sumohardjo jadi evaluasi besar bagi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan.


Kerusakan aspal dengan usia pengaspalan yang belum sebulan sebelumnya terjadi di sepanjang hasil pemeliharaan jalan nasional. Kondisi jalan bergelombang akibat aspal terkelupas.


Kondisi ini membuat BBPJN Sulsel mengevaluasi pengerjaan jalan untuk tahun ini. Tender untuk pemeliharaan jalan nasional akan dipercepat.

Kepala Satker PJN III BBPJN Sulsel Malik mengatakan bahwa tahun ini pemeliharaan jalan akan ada kontrak khusus untuk jalan nasional mulai dari Makassar, Gowa, Takalar, hingga Jeneponto.


“Untuk 2026 ini sementara proses pengadaan. Kita upayakan sebelum 31 Januari bisa berkontrak untuk mencakup Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, itu sekitar kurang lebih Rp21 miliar dengan panjang jalan 110km,” ujar Malik, Minggu, 18 Januari 2026.


Paket baru ini, kata Malik, akan mengakomodasi ruas jalan nasional yang belum masuk pemeliharaan tahun lalu.

Termasuk di Kota Makassar, di mana Jl Perintis Kemerdekaan memiliki panjang 12 km, sementara tahun lalu baru 1,7 km yang sempat ditangani sehingga sisanya masuk pemeliharaan tahun ini.

Hal serupa bagi Jl Urip Sumohardjo, dari panjang ruas 4,3 km baru tertangani 700 meter.


“Tetap juga kita sediakan untuk pembuatan saluran yang tersebar di Kota Makassar. Sama juga dengan Urip, panjangnya 4,3 km, berkontrak sebelumnya 700 meter, nah sisanya itu kita kerjakan tahun ini di kontrak baru,” tambah Malik.


Diketahui, pada tahun 2025 BBPJN juga melakukan pengerjaan saluran di Kota Makassar sepanjang 1,9 km, baik di Jl Urip Sumohardjo, Jl Perintis Kemerdekaan, dan Jl Sultan Alauddin.

Pemasangan U-Dicth dilakukan guna memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan saat musim hujan.


“Ada juga pemasangan box culvert di depan Raider 700 itu kan fungsinya untuk mengalirkan air ke (saluran) sebelah supaya air terbagi. Total saluran 1,9 km dipasang,” bebernya.


Malik menjelaskan bahwa saat ini kontraktor yang menjadi penyedia jasa dalam pemeliharaan Jl Perintis dan Jl Urip tengah melakukan perbaikan. Mereka disebutnya tetap memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan kembali kerusakan jalan meskipun kontraknya telah berakhir.

“Ini masih tanggung jawab penyedia jasa, risiko bagi penyedia jasa untuk memperbaiki kembali,” sambungnya.


Malik juga menjelaskan bahwa dari 1,7 km ruas Jl Perintis yang dikerjakan, sudah ada sebagian yang tuntas pada Oktober dan November. Sementara pada Desember sudah memasuki puncak musim hujan sehingga pengerjaan dari kontraktor terhambat.

PPK sudah menyurati penyedia jasa untuk segera membongkar dan memperbaiki kembali dengan mutu yang sesuai dengan spesifikasi.


“Kedua, sudah ditegur juga mulai dari konsultan pengawasnya, pelaksananya, langsung dari PPK, artrinya surat teguran itu kenapa pengawasannya begini. Tetap kita evaluasi semua pak, sehingga jangan terulang kagi kedua kalinya,” tegas Malik.


Malik menyampaikan bahwa Balai Jalan berkomitmen untuk menuntaskan semua pengerjaan yang sempat berjalan tidak maksimal agar tidak ada pengguna jalan yang dirugikan. Januari ini ditargetkan semuanya tertangani.


“Ini sementara dibongkar, kita sudah panggil penyedia jasa untuk rapat, kita minta tambah alat agar cepat dikerjakan. Januari ini diminta selesai,” tukasnya.


Malik memaparkan, bahwa dari total 1.739,20 km panjang jalan nasional di Sulsel, kemantapannya mencapai 97,78 persen atau 1.700,65 km. Ruas dengan kondisi baik sepanjang 261,57 km, kondisi sedang 1.439,09 km, kondisi rusak ringan 37,35 km, dan rusak berat 1,20 km. Saat ini tersisa 38,35 km atau 2,22 persen jalan nasional yang berkategori tidak mantap.


Khusus untuk Satker PJN III yang ia bawahi, kondisi kemantapan jalan sudah mencapai 99,21 persen dari 422,97 km. Tersisa 3,35 km atau 0,79 km jalan yang tidak mantap.

“Tahun ini kita kembali melakukan pemeliharaan, dengan proyeksi kemantapan jalan pada akhir 2026 mencapai 98,15 persen,” tandas Malik.(uca)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya Buka Suara Soal Wamenkeu Thomas Jadi Deputi Gubernur BI
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cerita Detik-detik Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Warga Senegal Berpesta Rayakan Gelar Juara Piala Afrika 2025
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Kades OKU Selatan Dinyatakan Positif Narkoba
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Terpopuler: Isu Ricky Harun Karaoke Bareng LC hingga Drama Ahli Waris Keluarga Sule
• 5 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.