BI Catat Kinerja Industri Pengolahan Meningkat di Kuartal IV-2025

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BI melaporkan melaporkan kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan meningkat dan berada pada fase ekspansi di kurtal IV-2025.

BI Catat Kinerja Industri Pengolahan Meningkat di Kuartal IV-2025. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan meningkat dan berada pada fase ekspansi (indeks >50 persen), tecermin dari PMI-BI kuartal IV-2025 sebesar 51,86 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 51,66 persen.

Berdasarkan komponen pembentuknya, peningkatan PMI-BI didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen yaitu Volume Produks​i, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan.

Baca Juga:
Bank Indonesia Sebut BI Rate 4,75 Persen Jadi Level Terendah Sejak 2022

"Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Barang Galian Bukan Logam, serta Industri Makanan dan Minuman," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (19/1/2026).

Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mengindikasikan kinerja kegiatan LU Industri Pengolahan tetap kuat dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,18 persen.

Baca Juga:
BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi USD423,8 Miliar di November 2025

Pada kuartal I-2026, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan terus meningkat dan berada pada fase ekspansi, terlihat dari PMI-BI sebesar 53,17 persen.

Ekspansi terutama didorong oleh Volume Total Pesanan, Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Kecepatan Penerimaan Barang Input.

Baca Juga:
Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Triwulan IV-2025 Tetap Terjaga Ditopang Aktivitas Nataru

Mayoritas Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Industri Furnitur, Industri Logam Dasar, serta Industri Makanan dan Minuman.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pantauan Udara Banjir di Karawang, Rendam Ribuan Rumah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kolaborasi Pascabencana, Pertamina Dukung Layanan Kesehatan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Rekor Tak Terkalahkan Barcelona Sirna, Hansi Flick Kecewa
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Awal terjal Timnas Basket Kursi Roda 3x3 Indonesia di APG 2025
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Riset Mikirduit: Sektor Perkapalan Jadi "Kuda Hitam" Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya
• 21 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.