Dua Parpol Baru di Pertengahan Januari, Eks Perindo dan Kendaraan Anies

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Pemilu 2024 yang hanya meloloskan delapan dari 18 partai politik ke parlemen turut mengandaskan sejumlah nama besar.

Sebut saja PSI yang dipimpin Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo; Partai Ummat dengan tokoh sentral Amien Rais; Perindo yang dikomandoi Hary Tanoesoedibjo; Hanura dengan Oesman Sapta Odang; serta PBB yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra. Bahkan PPP, dengan sejarah panjang dalam perpolitikan Indonesia, ikut tersingkir.

Advertisement

BACA JUGA: Immanuel Ebenezer: Ada 1 Partai dan Ormas Terlibat Kasus Pemerasan Sertifikasi K3

Namun, hal itu tidak serta-merta menghentikan lahirnya partai-partai baru yang mengklaim hadir untuk mengisi celah representasi politik. Memasuki pertengahan Januari 2026, dua partai politik baru, Partai Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan.

Partai Gema Bangsa resmi dideklarasikan di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Partai Gema Bangsa diketuai oleh Ahmad Rofiq didampingi Sekjen Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan. Keduanya merupakan eks kader Partai Perindo.

Gema Bangsa mengusung visi besar “Indonesia Reborn”. Partai ini diharapkan mampu menjadi partai politik baru yang mengusung semangat kemandirian bangsa, desentralisasi politik.

"Partai Gema Bangsa bukanlah milik pribadi ataupun segelintir elite, kepemilikan partai sepenuhnya berada di tangan para kader dan pengurus di seluruh Indonesia," kata Rofiq di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

"Hari ini adalah pernyataan deklarasi dari Partai Gema Bangsa bukan milik Ahmad Rofiq. Gema Bangsa adalah mereka-mereka yang ada di belakang saya, para ketua DPW, DPD, DPC, hingga ke ujung desa,” imbuh dia.

Rofiq menekankan, pentingnya meninggalkan pola politik yang sentralistik. Dia menegaskan, sudah waktunya rakyat diberi ruang lebih besar dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Menurut dia, Partai Gema Bangsa lahir bukan dari ambisi segelintir elite maupun kepentingan jangka pendek. Sebaliknya, partai ini muncul dari paradoks situasi kebangsaan yang semakin terpuruk, khususnya soal kekayaan sumber daya alam yang terus dikeruk oleh para pihak yang tidak pro rakyat.

"Kita lihat Pak Prabowo sangat marah dengan kondisi ini dan itu menunjukkan keberpihakan pada kepentingan bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan visi Partai Gema Bangsa dalam memperjuangkan kedaulatan nasional.

Untujk itu, Rofiq menyebut Partai Gema Bangsa lahir dari kegelisahan, dari keprihatinan, dan dari harapan besar akan Indonesia yang berdaulat, lebih adil, dan lebih bermartabat,” ucapnya.

Dia optimis Indonesia bisa menjadi bangsa besar dengan potensi yang dimiliki. Caranya, lewat gerakan kemandirian, rakyat Indonesia bangkit melawan para oligarki yang menyengsarakan.

“Kemandirian bukan sekadar menutup diri, tapi berdiri tegak, tidak mudah didikte, tidak mudah bergantung, dan mampu menentukan arah bangsa dengan kekuatan sendiri. Kemandirian berpolitik berarti keputusan bangsa berpihak pada rakyat, bukan pada oligarki atau kepentingan asing, dan kemandirian budaya berarti bangsa Indonesia harus bangga pada jati dirinya sendiri sebagai fondasi membangun masa depan yang berdaulat dan bermartabat," kata dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Menyerupai Sinkhole | BERITA UTAMA
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Cetak Rekor Baru Tembus Level 9.133, Saham Bank dan Konglomerasi Jadi Motor Penggerak
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Tim SAR Temukan Satu Korban Kecelakaan ATR 42-500 pada Hari Ketiga Pencarian
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Imbas Banjir Jakarta dan Semarang: 82 Perjalanan Kereta & 8.615 Tiket Dibatalkan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Cuaca Ekstrem Tahan Tim SAR Evakuasi ATR 42-500 di Bulusaraung
• 14 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.