PANGKEP, iNews.id - Setelah tiga hari proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, tim SAR gabungan Basarnas Makassar kembali menemukan satu korban tewas. Posisi korban ditemukan di tebing terjal dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung.
Meski terkendala medan ekstrem dan akses yang terbatas, petugas terus berupaya maksimal dalam proses evakuasi.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muh Syafii menyampaikan bahwa hingga hari ketiga operasi pencarian, tim SAR telah menemukan dua korban. Satu korban ditemukan sehari sebelumnya, sementara korban kedua ditemukan pada Senin sekitar pukul 14.20 WITA.
"Hari ini juga telah ditemukan satu korban. Untuk menentukan identitas korban tentunya bukan dari kita. Lokasi kejadian berada dalam kondisi tebing yang sangat terjal dan curam," ujar Marsdya Muh Syafii.
Berdasarkan informasi awal, korban kedua berjenis kelamin perempuan, sedangkan korban pertama berjenis kelamin laki-laki. Namun, identitas resmi kedua korban akan ditentukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
"Yang kedua, informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan dan untuk kepastiannya kita tunggu dari tim DVI," ucapnya.
Basarnas menegaskan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas, mengingat medan yang curam serta kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Tim SAR gabungan berkomitmen untuk menuntaskan seluruh proses evakuasi demi kemanusiaan.
Original Article



