Presiden Mozambik Daniel Chapo membatalkan rencana perjalanannya ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pekan ini, menyusul banjir besar yang melanda negaranya dan berdampak pada ratusan ribu warga.
Chapo mengumumkan keputusan itu melalui unggahan di Facebook, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Senin (19/1). Ia menegaskan pemerintah kini memprioritaskan penyelamatan korban.
“Mozambik sedang melewati masa sulit, dan prioritas mutlak saat ini adalah menyelamatkan nyawa,” tulis Chapo.
Hujan deras sejak pertengahan Desember memicu banjir luas di sejumlah provinsi, terutama Gaza, Maputo, dan Sofala. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan beberapa daerah aliran sungai berada di atas ambang siaga.
Menurut OCHA, seperti dicatat oleh AFP, lebih dari 400 ribu orang terdampak, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring hujan yang belum reda.
“Otoritas memperkirakan lebih dari 400.000 orang telah terdampak, dan jumlah ini kemungkinan terus meningkat,” tulis OCHA dalam laporannya, Minggu.
Dampak banjir tak hanya dirasakan Mozambik. Afrika Selatan mengirimkan helikopter angkatan udara untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak.
Hujan lebat juga melanda sejumlah wilayah Afrika Selatan, termasuk kawasan timur laut tempat Taman Nasional Kruger berada. Pekan ini, taman nasional tersebut kembali dibuka untuk wisatawan harian setelah sempat ditutup beberapa hari akibat cuaca ekstrem.
Para ahli menilai banjir besar di Afrika bagian tenggara kini semakin sering terjadi. Perubahan iklim disebut membuat badai di Samudra Hindia semakin kuat dan membawa curah hujan ekstrem ke wilayah tersebut.





