REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim menyatakan kekecewaannya terhadap kasus korupsi di Angkatan Tentera Malaysia (ATM), termasuk yang melibatkan petinggi militer.
Pernyataan itu disampaikan Sultan Ibrahim dalam pembukaan Sidang Pertama Masa Jabatan Ke-15 Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin (19/1), menyusul laporan tentang praktik rasuah di tubuh militer.
Baca Juga
Jadi Korban Kecelakaan Pesawat ATR yang Jauh, Ini Pesan Terakhir Deden ke Sang Ayah
Tim SAR Temukan Satu Korban Kecelakaan ATR 42-500 pada Hari Ketiga Pencarian
IHSG Bertahan di Atas 9.000, Ini Rekomendasi Saham Berdasarkan Risiko
"Saya amat kecewa apabila berlakunya kasus rasuah dalam Angkatan Tentera Malaysia sampai peringkat tertinggi. Sepertinya selepas ini, saya terpaksa melantik seorang sarjan [sersan] sahaja untuk menjadi Panglima Angkatan Tentera," ujar Sultan Ibrahim.
Ia meyakini kasus korupsi yang terungkap di ATM hanya sebagian kecil dari praktik serupa yang terjadi di institusi lain, seperti bea dan cukai, imigrasi, kepolisian, dan lembaga legislatif, sehingga harus ditelusuri sampai tuntas.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sultan Ibrahim menegaskan bahwa seluruh upaya dan perencanaan pembangunan tidak akan berjalan sempurna selama praktik korupsi masih ada, sehingga rasuah harus diperangi secara besar-besaran.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)