Jalur kereta api antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Jawa Tengah, mulai dapat dilintasi kembali setelah banjir yang menggenangi wilayah Pekalongan berangsur surut pada Senin (19/1/2026) siang. Meski demikian, perjalanan kereta api masih diberlakukan dengan kecepatan terbatas.
“Genangan sudah surut, ketinggian genangan sudah di bawah kepala rel,” kata Luqman Arif Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang dilansir dari Antara.
Menurut Luqman, kecepatan KA yang melintas hanya dibatasi maksimal 30 km per jam.
Selanjutnya, PT KAI fokus pada percepatan normalisasi jalur dengan tetap memastikan keamanan dan keandalan perjalanan KA.
“Setelah genangan surut, petugas melakukan langkah teknis untuk memperbaiki geometri rel atau mengembalikan posisi rel agar sesuai standar sesuai ketinggian, kelurusan, kemiringan dan kestabilan,” tambahnya.
Ia mengharapkan berbagai upaya yang dilakukan tersebut dapat segera mengembalikan operasional perjalanan KA menjadi normal.
“KAI terus mempercepat normalisasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” katanya.
Sebelumnya, jalur KA di Pantura Jawa Tengah terputus sejak Minggu (18/1/2026) menyusul banjir yang melanda wilayah Pekalongan.
Banjir menggenangi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi. Perjalanan sejumlah KA masih dibatalkan akibat bencana alam tersebut. (ant/saf/ipg)




