TRIBUN-TIMUR.COM - Satuan Tugas (Satgas) TNI HABEMA kembali mencatat capaian dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Sebanyak tiga eks anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Sinak secara resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ikrar kesetiaan tersebut dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di halaman Gudang Grosis, Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Prosesi berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh unsur aparat keamanan, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketiga eks anggota OPM yang menyatakan kembali ke pangkuan NKRI masing-masing bernama Kataw Kulua, Lois Murib, dan Yaikinius Murib.
Mereka sebelumnya diketahui tergabung dalam struktur Kodap III/Sinak yang selama ini beroperasi di wilayah pegunungan Kabupaten Puncak.
Prosesi ikrar diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan ikrar kesetiaan, serta penandatanganan dokumen resmi sebagai bentuk komitmen tertulis di hadapan pimpinan daerah dan aparat keamanan.
Penandatanganan tersebut menandai berakhirnya keterlibatan ketiganya dalam aktivitas kelompok bersenjata dan kembalinya mereka sebagai warga negara yang taat hukum.
Dalam pernyataan ikrarnya, ketiga eks anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tersebut secara tegas menyatakan kesetiaan penuh kepada NKRI.
Mereka juga menyatakan menolak segala bentuk gerakan separatis, serta berkomitmen untuk mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan kelancaran pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Puncak.
Pihak Satgas TNI HABEMA menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis yang terus dikedepankan aparat keamanan dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengedepankan kesejahteraan dan perdamaian di Tanah Papua.
Sementara itu, tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Amos Murib, turut memberikan apresiasi atas langkah ketiga warga tersebut yang memilih kembali ke NKRI. Ia menilai ikrar setia ini sebagai keputusan bijak demi masa depan yang lebih baik.
“Kami sebagai tokoh masyarakat sangat mengapresiasi langkah ini. Kami berharap saudara-saudara kita yang sudah kembali dapat menjadi contoh dan ikut menjaga kedamaian serta membantu pembangunan di distrik ini,” ujar Amos Murib.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Agandugume untuk terus mendukung upaya perdamaian, menghindari konflik, dan bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
Dengan bertambahnya eks anggota OPM yang kembali ke pangkuan NKRI, diharapkan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Puncak semakin kondusif dan memberikan ruang yang lebih luas bagi percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)




