Perbedaan Cara Ngobrol dengan Remaja Perempuan dan Laki-laki agar Lebih Terbuka

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Moms, Anda punya anak usia remaja? Bagaimana usaha mengobrol dengan mereka sejauh ini?

Jika Anda merasa kesulitan, itu wajar, kok! Anda tidak sendirian, karena banyak orang tua lain yang juga sedang mengalaminya. Rasa-rasanya, lebih menantang ketimbang ngobrol dengan toddler yang belum pandai berbicara. Salah nada sedikit, mereka langsung menutup diri. Padahal, di usia ini, mereka justru sedang butuh ruang aman untuk bercerita.

Nah menariknya, cara ngobrol dengan remaja perempuan dan laki-laki ternyata punya pendekatan yang agak berbeda, Moms!

Yuk simak tips dari psikolog anak dan keluarga yang juga founder Ruang Tumbuh, Irma Gustiana, M.Psi, Psikolog.

Cara Ngobrol dengan Remaja Laki-laki

“Anak laki-laki punya kecenderungan awkward dengan lawan jenis, even itu adalah maminya sendiri,” ujar Irma yang akrab disapa Ayank ini dalam Kajian Parenting Islami yang diselenggarakan iWise Edu, Rabu (16/1).

Nah karena itu, beberapa pendekatan yang bisa dicoba, seperti:

Sebagai orang tua, kita perlu terus belajar menghadapi anak, menyesuaikan usianya. Kadang, obrolan paling jujur justru muncul saat kita sedang bersantai nonton TV atau di perjalanan.

Cara Ngobrol dengan Remaja Perempuan

Berbeda dengan anak laki-laki, anak perempuan biasanya lebih nyaman ngobrol secara langsung.

“Anak perempuan kalau (duduk) depan-depanan, sisi emosinya lebih mudah disentuh,” ujar Ayank.

Anak perempuan terkadang hanya ingin didengar, bukan langsung diberi solusi. Kadang cukup bilang, “Oh, jadi kamu ngerasanya begitu ya,” itu saja sudah bikin mereka lega.

Hadir secara Emosional adalah Kunci

Apa pun jenis kelamin anak dan berapa pun usianya, yang paling penting adalah kehadiran kita secara emosional, Moms. Bukan cuma ada di rumah, tapi benar-benar hadir saat mereka butuh didengar.

Mendengarkan penjelasan anak membantu kita memahami sudut pandangnya. Dari situ, kalau ada yang kurang tepat, kita jadi tahu cara meluruskannya tanpa menggurui.

Sebagai sesama orang tua, saya percaya hubungan yang hangat dan terbuka itu dibangun dari hal-hal kecil: duduk berdampingan, menatap mata, menyentuh tangan, dan—yang paling penting—mendengarkan dengan hati.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pegangsaan Dua Jakut Masih Banjir, Warga Akses Kampung Pakai Perahu
• 23 jam laludetik.com
thumb
Wagub Sumut Surya Ingatkan OPD, Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Top Skor Proliga 2026 Putra: Hanya Ada Dua Pemain Asing, Agil Angga Anggara Tak Tersentuh di Puncak
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
• 34 menit lalusuara.com
thumb
Bursa Transfer Paruh Musim BRI Super League: Persija Dirumorkan Gaet Ivar Jenner, Manajer Beri Respons
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.