REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Banjir yang merendam jalur kereta api di Pekalongan dan Jakarta menyebabkan pembatalan perjalanan kereta. Dampaknya terasa hingga wilayah Daop 3 Cirebon dengan puluhan kereta batal berangkat, Senin (19/1/2026).
Genangan di petak jalan Pekalongan–Sragi berlangsung sejak Jumat (16/1/2026) dan disusul banjir di Jakarta. Meski air mulai surut, perjalanan kereta dari Jakarta ke Semarang hanya bisa dilakukan dengan kecepatan terbatas.
- KAI: Area Banjir Pekalongan Dapat Dilalui Kereta dengan Kecepatan Terbatas
- KAI Pastikan Banjir Pekalongan Tak Ganggu Operasional Kereta Barang
- Terdampak Banjir, KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta Penumpang
Pada pagi hari, kereta yang melintas di titik bekas genangan hanya diizinkan melaju 20 kilometer per jam. Pembatasan ini dilakukan demi keselamatan perjalanan.
Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan, sejak Sabtu (17/1/2026) hingga Senin (19/1/2026) tercatat 78 perjalanan kereta api dibatalkan. Rinciannya enam KA pada Sabtu, 47 KA pada Ahad, dan 25 KA pada Senin.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Jadi akumulasi kereta yang dibatalkan sejak Sabtu totalnya ada 78 KA. Itu untuk KA-KA yang melintasi Daop 3 Cirebon,” kata Muhibbuddin, Senin (19/1/2026).
Selain pembatalan, PT KAI juga menerapkan pola operasi memutar arah untuk sejumlah kereta. Untuk wilayah Daop 3 Cirebon, langkah ini terakhir dilakukan pada Ahad (18/1/2026) malam.
“Tadi malam dilakukan overstappen. Ada sembilan kereta api yang penumpangnya turun di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan, lalu melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain,” ujar Muhibbuddin.
KAI menyiapkan 11 bus dan dua kendaraan Innova untuk mengangkut penumpang. Delapan bus diberangkatkan ke arah Brebes, Tegal, dan Pekalongan dengan total 464 penumpang, sementara tiga bus menuju Jakarta membawa 148 penumpang.
“Untuk hari ini yang diputar arah sudah tidak ada lagi karena di Semarang sudah bisa dilalui,” katanya.
Gangguan perjalanan ini memicu keluhan penumpang, terutama mereka yang mengejar waktu. Namun sebagian penumpang memahami kondisi tersebut sebagai dampak bencana alam.
“Ya kecewa sih, lagi buru-buru. Tapi mau bagaimana lagi, di sananya juga banjir. Semoga ke depan bisa diantisipasi supaya tidak terulang,” ucap Ferdi, penumpang tujuan Surabaya.



