Wamendagri Ribka Bicara IPDN Penggerak Kebijakan Pemda Berbasis Riset & Inovasi

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Wamendagri Ribka Haluk menegaskan peran strategis IPDN sebagai pusat pengembangan riset dan inovasi pemda guna mendukung penyusunan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan menuju Indonesia Emas 2045.

Penegasan tersebut disampaikan Ribka saat konferensi pers usai Kick Off Meeting Forum Komunikasi Riset dan Inovasi di Auditorium B.J. Habibie, Kantor BRIN, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ribka menyampaikan Kemendagri secara konsisten mengedepankan penggunaan data dan hasil riset dalam perumusan kebijakan. Dalam konteks tersebut, IPDN dinilai memiliki peran penting sebagai lembaga penghasil rekomendasi kebijakan berbasis kajian ilmiah bagi penyelenggaraan pemda.

“Bapak Menteri Dalam Negeri dalam menyampaikan semua policy, baik dari Bapak Presiden maupun Kementerian Dalam Negeri, saat ini memang selalu kami menggunakan data dan riset,” ujar Ribka.

Ia menjelaskan, sebagai pusat pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan, IPDN tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk menjadi policy research hub yang menjembatani kebutuhan kebijakan Pemda dengan riset dan inovasi. Oleh karena itu, IPDN didorong memperkuat kerja sama strategis dengan BRIN.

“Kami Pemerintah sangat membutuhkan adanya riset dan juga inovasi [sebagai] rekomendasi kepada pemerintah daerah supaya pemerintah daerah dapat melaksanakan semua kebijakan berbasis pada riset dan teknologi baik masa kini dan masa yang akan datang menyambut Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan Forum Komunikasi Riset dan Inovasi bertujuan menyelaraskan arah riset BRIN dengan prioritas pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Forum ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

“[Acara ini juga untuk] menciptakan solusi berkelanjutan bagi permasalahan bangsa untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BRIN diharapkan berfungsi sebagai pusat pengolahan riset yang mendukung program-program pembangunan kementerian dan lembaga, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis sains dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

Melalui penguatan sinergi antara Kemendagri, IPDN, dan BRIN, pemerintah berharap kebijakan Pemda ke depan semakin adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada inovasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy.

Lalu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara; Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu; serta pihak terkait lainnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Akui Salah, Immanuel Ebenezer Ungkap Ada Partai dan Ormas Terlibat Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
PLN UIT JBM Gerak Cepat Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri, Penyaluran ke Pelanggan Tak Alami Pemadaman
• 4 jam lalurealita.co
thumb
Keberangkatan 11 Kereta Batal Karena Banjir di Pekalongan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Menbud Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Jadi Penanggung Jawab Keraton Solo
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KAI Batalkan 34 Perjalanan KA Jarak Jauh Hari Ini (19/1), Sebagian Jalur Mulai Pulih
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.