- Kementerian PU sedang memulihkan jalan Padang-Bukittinggi lumpuh akibat longsor, fokus utamanya adalah keamanan dan normalisasi konektivitas.
- Pemulihan kini tahap konstruksi permanen meliputi pemasangan *bore pile* dan pembersihan material longsor di lokasi terdampak.
- Pemerintah menargetkan jalur utama berfungsi normal total sebelum Lebaran 2026, sambil menyiapkan rute alternatif Sitinjau Lauik.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan langkah taktis untuk memulihkan akses transportasi pada ruas jalan utama yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi.
Sebagaimana diketahui, jalur strategis ini mengalami gangguan serius akibat bencana tanah longsor, yang melumpuhkan rute provinsi via Malalak serta membatasi akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Padang Panjang.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memberikan penegasan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin keamanan para pelintas jalan sembari mempercepat normalisasi konektivitas demi mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Kementerian PU berkomitmen melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi agar konektivitas Padang–Bukittinggi dapat segera pulih dan masyarakat tetap memiliki akses yang aman,” ujar Dody dalam pernyataan resminya pada Senin (19/1/2026).
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Kementerian PU terus melakukan pemantauan intensif dan kajian teknis di titik-titik terdampak.
Saat ini, upaya pemulihan telah memasuki fase konstruksi permanen. Salah satu langkah krusial yang sedang dikerjakan adalah pemasangan bore pile yang berfungsi untuk memperkuat stabilitas struktur tanah di lokasi bekas longsor.
Selain penguatan struktur, tim di lapangan juga memfokuskan pengerjaan pada pembersihan sisa material longsor serta stabilisasi lereng guna mencegah adanya potensi bencana susulan.
Sebelumnya, rute ini hanya dioperasikan secara terbatas bagi kendaraan roda empat dengan sistem buka-tutup pada malam hingga pagi hari.
Mengingat ruas Sicincin–Padang Panjang merupakan urat nadi logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera Barat, pemerintah menargetkan jalur ini dapat berfungsi normal secara total sebelum periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 dimulai.
Baca Juga: Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian PU membuka peluang kerja sama dengan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).
Perusahaan ini dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana alam di wilayah dengan medan serupa.
Terkait anggaran, pemerintah masih menunggu hasil final kajian teknis di lapangan untuk memastikan pendanaan yang tepat sasaran.
Jalur Alternatif via Sitinjau Lauik
Selama proses perbaikan permanen berlangsung, para pengguna jalan dihimbau untuk menggunakan rute alternatif demi menghindari kemacetan dan area konstruksi. Masyarakat dapat menempuh perjalanan melalui:
Rute: Padang – Solok – Danau Singkarak – Bukittinggi.



