Ringkasan Berita:
- Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan menuju Makassar.
- Seluruh 102 penumpang dan awak pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air meninggal dunia
TRIBUN-TIMUR.COM- Wilayah Sulawesi Selatan tercatat memiliki sejumlah peristiwa kecelakaan pesawat yang meninggalkan duka mendalam.
Karakteristik geografis, pegunungan dan navigasi adalah faktor dominan dalam sejumlah insiden tersebut.
Salah satu kecelakaan terbaru terjadi pada 17 Januari 2026.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan menuju Makassar.
Pesawat tersebut kemudian ditemukan menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Seluruh 11 orang penumpang pesawat, terdiri atas kru dan penumpang diduga meninggal dunia.
Baca juga: Farhan Gunawan Co-Pilot Indonesia Air Dikenang Anak Berprestasi
Hingga kini, otoritas penerbangan masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sebelumnya, pada 2 Oktober 2015, kecelakaan juga terjadi di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan.
Pesawat DHC-6 Twin Otter Aviastar dengan nomor penerbangan 7503 yang melayani rute Masamba–Makassar jatuh di Pegunungan Latimojong, dekat Palopo.
Seluruh 10 orang di dalam pesawat tewas.
Berdasarkan hasil investigasi, kecelakaan ini disebabkan oleh kesalahan pengambilan rute yang membuat pesawat menabrak medan pegunungan.
Selain itu, peristiwa besar yang sangat berkaitan dengan Sulawesi Selatan adalah kecelakaan Adam Air Penerbangan 574 pada 1 Januari 2007.
Pesawat Boeing 737-400 tersebut jatuh di Selat Makassar saat terbang dari Surabaya menuju Manado.
Pesawat dilaporkan hilang dari radar ketika berada di wilayah udara dekat Makassar.
Seluruh 102 penumpang dan awak pesawat meninggal dunia.



