Kasus pengeroyokan yang dilakukan 7 orang terhadap seorang pemuda di tengah konser dangdut di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah, berakhir damai. Di tengah isu damai itu sempat beredar kabar para pelaku dimintai uang Rp 195 juta.
Kasi Humas Polres Kudus AKP Kusmanto membantah hal tersebut. Ia mengatakan, upaya damai itu telah dilakukan secara kekeluargaan. Tidak ada permintaan uang seperti yang beredar di media sosial.
"Tidak benar, tidak ada uang damai seperti yang beredar," kata Kusmanto kepada kumparan, Senin (19/1).
Kusmanto menuturkan, keluarga kedua pihak telah bertemu untuk menyelesaikan masalah itu.
Namun, Kusmanto tak menjelaskan detail apa yang menjadi kesepakatan antar kedua pihak.
"Intinya keluarga sudah bertemu ya," jelasnya.
Aksi pengeroyokan itu terekam kamera dan viral di media sosial. Diduga pengeroyokan itu karena saling senggol.
Polres Kudus menindaklanjuti kasus tersebut dan mengamankan 7 pelaku. Tiga di antaranya masih di bawah umur.


