Keponakan Prabowo Calon Kuat Deputi Gubernur BI, Begini kata DPR

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menepis kekhawatiran publik terkait terganggunya independensi Bank Indonesia (BI) seiring keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, sebagai calon kuat deputi gubernur BI yang baru.

Misbakhun menyatakan bahwa hubungan kekerabatan antara Thomas dengan Prabowo tidak serta-merta menjadi indikator hilangnya independensi bank sentral. Dia meminta agar isu tersebut tidak dikapitalisasi untuk menyerang kompetensi calon.

"Jangan sampai kemudian urusan-urusan yang sifatnya insinuatif seperti itu kemudian dijadikan isu untuk mendegradasi soal kemampuan Pak Tommy (panggilan akrab Thomas) sendiri," ungkap Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut menilai Tommy memiliki kualifikasi untuk menduduki kursi nomor dua di bank sentral. Menurutnya, rekam jejak Thomas sebagai wakil menteri keuangan sejak 2024, latar belakang pendidikan, hingga pengalaman di sektor riil menjadi bukti kompetensi yang tak bisa dikesampingkan.

Lebih lanjut, Misbakhun juga menyinggung histori keluarga Thomas, yang mana sang ayah, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia era Presiden Soeharto.

"Apa yang diragukan? Kalau hubungan dengan Pak Presiden [Prabowo] itu kan jangan kemudian dijadikan alasan [untuk menolak]," tegasnya.

Baca Juga

  • Thomas Djiwandono, Diki Kartikoyono, dan Solikin Bertarung untuk Posisi Deputi Gubernur BI di DPR
  • Purbaya Sebut Juda Agung Wamenkeu, Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI
  • BUMN Tekstil Rp100 Triliun di Bawah Danantara dan Kejelasan Penyelamatan Sritex (SRIL)

Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR yang berisi tiga nama calon untuk menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri. Ketiga nama tersebut adalah Thomas Djiwandono, serta dua pejabat internal BI, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Diki Kartikoyono dan Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro.

Terkait mekanisme pemilihan, Misbakhun menjamin proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang diharapkan berlangsung pekan ini akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Publik diminta untuk menilai langsung kapasitas para calon saat proses tersebut berlangsung.

Kendati demikian, secara pribadi, Misbakhun memberikan sinyal positif terhadap figur Tommy. Dia menggambarkan Tommy sebagai sosok yang memiliki kemampuan akademik dan birokrasi yang solid, serta kepribadian yang humble.

"Kalau saya menilai secara kemampuan, Pak Tommy Djiwandono adalah seorang yang mempunyai kemampuan dalam sisi akademik, dari sisi pengalaman dan birokrasi beliau juga ada. Menurut saya, [beliau] figur yang juga pantas untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia," katanya.

Meski memberikan penilaian positif terhadap Tommy, Misbakhun menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada Komisi XI. Dia mengingatkan bahwa pemilihan dewan gubernur BI pada akhirnya merupakan produk keputusan politik.

"Saya kenal tiga-tiganya. Nanti kan kita rapatkan di Komisi XI, keputusan politiknya akan seperti apa, karena itu adalah jabatan politis," tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasangan Pengantin di Pekalongan Tetap Gelar Resepsi di Tengah Banjir
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sepak Terjang Juru Taktik Timnas Indonesia John Herdman: Umur 17 Tahun Ambil Kursus Pelatih, Dua Tahun Kemudian Dapat Lisensi UEFA
• 2 jam lalubola.com
thumb
KPK Kembali Lakukan OTT: Kini Bidik Walikota Madiun
• 30 menit lalunarasi.tv
thumb
Banjir di Pekalongan Surut: KAI Siapkan KA Penolong, Kereta Melintas 30 Km/jam
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Update Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 19 Januari 2026: BMKG Prediksi Turun Hujan Petir!
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.