Menkum: WNI Gabung Tentara Asing Tanpa Izin Presiden Kewarganegaraan Hilang

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan Warga Negara Indonesia (WNI) baik sipil maupun aparat akan otomatis kehilangan kewarganegaraan apabila bergabung dengan tentara asing tanpa izin Presiden.

"Kalau itu ada orang, siapa pun, mau anggota Brimob, mau warga negara orang biasa, kalau dia bergabung dengan tentara asing tanpa izin Presiden, kewarganegaraannya otomatis hilang. Iya. Udah, clear, ya," kata Supratman ditemui usai meninjau Pos Bantuan Hukum atau Posbankum di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Senin (19/1).

"Ya, tapi mau diapa. Undang-undangnya begitu (hilang kewarganegaraannya)," katanya.

Supratman mengatakan sampai hari ini pun tak ada kabar terbaru dari Satriya.

Kasus WNI membelot jadi tentara negara lain kembali terjadi. Brigadir Polisi Dua (Bripda) Muhammad Rio, disersi anggota Brimob Polda Aceh, bergabung dengan tentara Angkatan Bersenjata Rusia.

Sebelumnya, ada Satriya Arta Kumbara mantan prajurit Korps Marinir TNI AL yang bergabung menjadi tentara Rusia dan ikut dalam operasi militer di Ukraina.

Tersiar kabar Satriya sempat minta tolong ke Pemerintah Indonesia agar bisa pulang kembali ke Tanah Air.

Cara Kembali Jadi WNI

Lalu, apakah ada cara untuk kembali menjadi WNI?

"Ya dia harus, tetap ada jalannya, tapi harus lewat proses, dia harus bermohon lagi. Namanya naturalisasi biasa. Jadi kayak orang asing mau jadi warga negara Indonesia, ya, dia harus begitu," katanya.

"Mengajukan dari awal," ujarnya.

Supratman mengatakan, tidak tahu persis apa sudah ada permohonan semacam itu. Kementerian Hukum sendiri, menurut Supratman, tak aktif menyisir WNI yang jadi tentara asing.

"Karena mereka sendiri yang upload, kan. Dan yang kedua, rata-rata mereka berangkat itu, itu sembunyi-sembunyi, tidak melapor di kedutaan. Jadi, kadangkala alasannya, kan orang tidak dilarang untuk berangkat pergi wisata. Sampai di sana mereka sudah ada kontak sendiri, tidak melapor di kedutaan, jadi sulit untuk terlacak," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gubernur Sulsel Keluarkan Imbauan Kurangi Kegiatan Seremonial selama Ramadan
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Hari Ini, Eks Wamenaker Noel Ebenezer Bakal Hadapi Dakwaan Kasus Korupsi Sertifikat K3
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Ini Tiga Calon Deputi Gubernur BI yang Segera Jalani Uji Kelayakan di DPR
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kodaeral VI Kerahkan Personel Tim SAR Bantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Legislator Syafi Djohan Ingatkan Pencegahan Narkoba saat Rapat Paripurna DPRD DKI
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.